Hasan Sazali
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIJAKAN KOMUNIKASI DALAM MENANGGULANGI DISINFORMASI BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI MEDIA SOSIAL: STUDI LITERASI DIGITAL MAHASISWA Ahmad Syukri Siregar; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.828

Abstract

Disinformasi berbasis kecerdasan buatan meningkatkan skala, kecepatan, dan daya persuasi informasi menyesatkan di media sosial melalui produksi otomatis, manipulasi visual dan audiovisual, identitas sintetis, personalisasi pesan, serta pengulangan algoritmik, sedangkan kedekatan mahasiswa dengan teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan verifikasi informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter disinformasi berbasis kecerdasan buatan, mengidentifikasi kerentanan dan kapasitas literasi digital mahasiswa, serta merumuskan model kebijakan komunikasi publik yang adaptif. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif terhadap 34 publikasi ilmiah, laporan kebijakan, regulasi, dan dokumen resmi yang diterbitkan pada 2020–2026, kemudian dianalisis melalui ekstraksi informasi, pengodean tematik, perbandingan antarsumber, dan triangulasi jenis sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang berorientasi pada penghapusan konten dan klarifikasi setelah informasi menjadi viral tidak memadai sehingga kebijakan yang efektif harus bersifat preventif, adaptif, partisipatif, transparan, dan berbasis bukti dengan mengintegrasikan pemetaan risiko, respons cepat, pendidikan literasi media dan kecerdasan buatan, verifikasi informasi, partisipasi mahasiswa sebagai pemeriksa fakta sebaya, transparansi moderasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, media, platform digital, dan masyarakat sipil.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LITERASI DIGITAL DALAM MENCEGAH DISINFORMASI DAN MENINGKATKAN ETIKA KOMUNIKASI MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Irham; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i1.829

Abstract

Transformasi komunikasi digital di perguruan tinggi memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan, tetapi sekaligus meningkatkan paparan terhadap disinformasi, manipulasi visual, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, dan praktik komunikasi yang tidak etis. Karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan literasi digital dalam mencegah disinformasi dan meningkatkan etika komunikasi mahasiswa dengan menelaah desain kebijakan, pelaksanaan program, faktor pendukung dan penghambat, serta model penguatan yang relevan bagi perguruan tinggi. Penelitian menggunakan kajian literatur integratif terhadap 32 sumber ilmiah dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada 2020–2025, ditelusuri melalui basis data ilmiah dan situs lembaga resmi, kemudian dianalisis melalui pemetaan sumber, pengodean tematik, perbandingan antarsumber, dan sintesis argumentatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan literasi digital yang efektif tidak cukup dilaksanakan melalui seminar insidental, tetapi harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, pembelajaran berbasis kasus, layanan perpustakaan, tata kelola kemahasiswaan, komunikasi kelembagaan, teknologi informasi, dan mekanisme penanganan pelanggaran; model yang dihasilkan mencakup lima dimensi, yaitu regulasi, pendidikan, budaya, teknologi, dan akuntabilitas, dengan keberhasilan yang ditentukan oleh komitmen pimpinan, kompetensi dosen, kolaborasi lintas unit, partisipasi mahasiswa, serta evaluasi berkelanjutan.
REGULATION OF DIGITAL ISLAMIC COMMUNICATION IN STRENGTHENING PUBLIC ETHICS IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION ENVIRONMENTS Muhammad Alif Alfaruqi; Hasan Sazali
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.810

Abstract

Transformasi digital telah memperluas praktik dakwah di lingkungan perguruan tinggi Islam, namun sekaligus menghadirkan persoalan berupa disinformasi keagamaan, rendahnya literasi media, lemahnya verifikasi informasi, dan kebutuhan akan tanggung jawab akademik dalam ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan regulasi komunikasi dakwah digital, etika komunikasi Islam, literasi media, dan tanggung jawab akademik dalam memperkuat etika publik di lingkungan perguruan tinggi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, prosiding, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi dakwah digital memiliki empat dimensi utama, yaitu normatif, akademik, sosial, dan transformasional. Etika dakwah digital bertumpu pada nilai ṣidq, amanah, tabayyun, dan maslahah, sedangkan literasi media berfungsi memperkuat kemampuan kritis dalam mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan memproduksi informasi. Tanggung jawab akademik diwujudkan melalui komunikasi berbasis keilmuan, sumber yang kredibel, moderasi, dan akuntabilitas. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka komunikasi Islam yang adaptif, etis, kredibel, dan berorientasi pada penguatan etika publik di perguruan tinggi Islam.