Elfi Yanti Ritonga
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA KOMUNIKASI: TELAAH LITERATUR TENTANG PENGERTIAN, UNSUR, PRINSIP DAN TUJUAN DALAM PERSPEKTIF ILMU KOMUNIKASI Zeira S. Ritonga; Elfi Yanti Ritonga; Erwan Effendy
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.833

Abstract

Transformasi komunikasi digital memperluas akses masyarakat terhadap informasi, tetapi juga meningkatkan risiko disinformasi, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, manipulasi konten, dan rendahnya tanggung jawab dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, unsur, prinsip, dan tujuan etika komunikasi serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan literasi digital dan pendidikan masyarakat pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan sumber berupa buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta dokumen organisasi internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, perbandingan, interpretasi, dan perumusan hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika komunikasi merupakan sistem nilai yang melekat pada komunikator, pesan, media, komunikan, konteks, dampak, dan umpan balik. Prinsip utamanya mencakup kejujuran, tanggung jawab, keadilan, keterbukaan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan akuntabilitas, sedangkan tujuannya meliputi pembangunan kepercayaan, perlindungan kepentingan publik, pembentukan dialog yang sehat, serta pencegahan penyalahgunaan informasi. Dalam pendidikan masyarakat, etika komunikasi menjadi landasan untuk menilai kredibilitas informasi, menghormati hak digital, menggunakan media secara bertanggung jawab, dan menghadapi konten berbasis kecerdasan buatan. Kajian ini menegaskan bahwa etika komunikasi perlu diintegrasikan ke dalam pendidikan literasi digital untuk membangun ekosistem komunikasi yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab.
DIMENSI FILOSOFIS ILMU KOMUNIKASI: KAJIAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI, DAN ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL Nurrahman; Elfi Yanti Ritonga; Erwan Effendy
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i3.869

Abstract

Transformasi digital telah mengubah hakikat komunikasi, proses pembentukan pengetahuan, orientasi nilai, dan standar etika dalam praktik komunikasi kontemporer. Namun, kajian ilmu komunikasi masih cenderung membahas dimensi ontologi, epistemologi, aksiologi, dan etika secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman filosofis yang integratif terhadap kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengintegrasikan keempat dimensi tersebut sebagai fondasi filosofis ilmu komunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Data bersumber dari buku teori dan filsafat komunikasi, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan publikasi akademik relevan yang dikaji melalui dokumentasi, klasifikasi tematik, reduksi data, penyajian data, dan sintesis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis komunikasi telah bergeser dari proses transmisi linear menuju konstruksi makna yang dinamis, relasional, dan multidimensional. Secara epistemologis, ilmu komunikasi bersifat multiparadigma melalui pendekatan positivistik, interpretatif, dan kritis. Secara aksiologis, komunikasi berorientasi pada kebenaran, keadilan, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial, tetapi menghadapi tekanan kepentingan ekonomi, politik, dan algoritmik. Secara etis, disinformasi, ujaran kebencian, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi menegaskan kebutuhan akan integrasi fondasi filosofis untuk membangun ilmu dan praktik komunikasi yang kritis, etis, serta bertanggung jawab.