Vivi Varlina
Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Melalui Budidaya Ikan Lele Budikdamber Dan Pemasaran Digital Whatsapp Di Desa Cipayung Jaya Evi Sofia; Vivi Varlina; Fiska Kusumawati; Ajeng Oktaviani; Suhari Pranyoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.223

Abstract

Budidaya perikanan berbasis komunitas berpotensi memperkuat mata pencaharian pedesaan melalui kewirausahaan inklusif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi lokal dengan memperkenalkan budidaya ikan lele (Clarias sp.) berkelanjutan menggunakan metode budikdamber (budidaya berbasis ember) yang dikombinasikan dengan pendekatan berbasis posyandu dan pemasaran digital menggunakan Whatsapp Business di Desa Cipayung Jaya. Dengan menggunakan pendekatan penilaian partisipatif pedesaan (PRA) yang melibatkan 40 peserta, dan terdiri dari peternak ikan, relawan pos kesehatan masyarakat, dan penduduk setempat; para peserta menerima pelatihan tentang budidaya ikan lele berkelanjutan dan pemasaran online. Kami mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara untuk menilai kepuasan, peningkatan pengetahuan, dan rencana implementasi. Hasil menunjukkan kepuasan peserta yang tinggi (skor rata-rata ~4,5/5) pada semua aspek pelatihan, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis. Pasca pelatihan, peserta melaporkan tingkat kelangsungan hidup rata-rata ikan lele >90% dan hasil produksi sekitar 20–25 kg per unit dalam waktu 3,5–4 bulan. Terbentuknya kelompok petani “Lele Mandiri” juga ternyata mampu meningkatkan produksi kolektif, pemasaran, dan sebagai alat untuk pertukaran informasi. Integrasi WhatsApp Business telah membantu memperluas akses pasar dan memudahkan peserta untuk melakukan penjualan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model terintegrasi ini secara efektif mampu meningkatkan kapasitas komunitas dan keberlanjutan sosial bagi para peserta. Sehingga para peserta dapat meningkatkan peluang pendapatan, sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan.