David Hizkia Tobing
Udayana University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembunuhan Berencana sebagai Tindak Kejahatan: Tinjauan Literatur terkait Motif Pelaku Pembunuhan Komang Kheisya Nadya Pratiwi; David Hizkia Tobing
Deviance Jurnal Kriminologi Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.3997

Abstract

Pembunuhan berencana merupakan bentuk kejahatan serius yang dilakukan secara sadar dan terencana. Tindakan ini sering kali dipicu oleh tekanan psikologis yang kompleks dan tidak hanya berakar pada faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai motif yang mendorong individu untuk melakukan tindakan pembunuhan berencana. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 10 artikel jurnal yang dipublikasikan dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021-2025). Sumber literatur diperoleh melalui pencarian di database Google Scholar dan Semantic Scholar, dengan menggunakan kata kunci seperti “motif pembunuhan berencana”, “kriminologi pembunuhan”, dan “tindak pidana pembunuhan”. Artikel-artikel yang ditemukan disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memastikan kesesuaian dengan topik yang dibahas dalam penelitian ini. Dari 1.651 artikel yang diperoleh, dipilih 10 artikel yang memenuhi syarat dan relevan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat empat kategori utama motif pembunuhan berencana, yaitu motif emosional, motif ekonomi (khususnya terkait narkotika), motif hubungan interpersonal, serta motif yang berkaitan dengan kepribadian antisosial. Keempat motif tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara tekanan psikologis yang tidak terselesaikan secara adaptif dengan munculnya agresi yang bersifat instrumental maupun bermusuhan. Keempat motif tersebut memiliki benang merah berupa tekanan psikologis dan ketidakmampuan individu dalam mengelola emosi, stres, atau konflik personal secara adaptif. Analisis mendalam terhadap motif ini menunjukkan bahwa pembunuhan berencana melibatkan proses berpikir yang kompleks, rasional, dan terstruktur, bukan tindakan spontan. Temuan ini menjelaskan bagaimana motif-motif psikologis tertentu dapat berkembang menjadi niat yang diwujudkan dalam tindakan pembunuhan yang direncanakan.