Yulasteriyani
Sosiologi, Universitas Sriwijaya, Inderalaya, Sumatera Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Pekerja Seks Komersial dalam Perspektif Tindakan Sosial Max Weber Dedy Hariyanto; Diana Dewi Sartika; Gita Isyanawulan; Adetia Wulindari; Nabila Tahira; Yulasteriyani; Yosi Arianti; Elita Aidillah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 9 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsh.v9i3.101004

Abstract

Fenomena prostitusi merupakan isu sosial yang kompleks, melibatkan interaksi berbagai pihak dan dipengaruhi oleh beragam faktor, khususnya ekonomi dan sosial. Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya praktik prostitusi yang sudah berjalan puluhan tahun, meskipun berdampingan dengan masyarakat umum tetapi praktik prostitusi ini tetap bisa bertahan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan sosial pekerja seks komersial dari perspektif Max Weber. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bisnis prostitusi di Desa akibat desakan ekonomi dan tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dengan cara yang cukup mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Aktivitas sehari-hari PSK melibatkan berbagai tindakan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan bisnis. Dari keempat tindakan yang diungkapkan Weber, didapati tiga tindakan yang dilakukan oleh PSK yaitu Tindakan Instrumental (Zwerk Rational), tindakan efektif atau tindakan yang dipengaruhi emosi (Affectual Actioan) serta tindakan tradisional atau tindakan karena kebiasaan (Traditional Action). Secara umum implikasi dalam penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi dalam menangani fenomena prostitusi, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya dan Kesehatan serta melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.