p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Chrismerry Song
Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN INDEKS ENTOMOLOGIS DAN DISTRIBUSI JENTIK NYAMUK AEDES SP. SERTA KAITANNYA DENGAN FAKTOR RISIKO DEMAM DENGUE DI RW 16 KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT, OKTOBER 2025 Nimas Berlian Betta Chantika; Chrismerry Song
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v3h95c23

Abstract

Demam Dengue (DD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk betina dewasa Aedes sp. dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa pada suatu wilayah. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, mual, ruam pada kulit, nyeri di tubuh yang sembuh dalam 1-2 minggu, muntah berulang, dehidrasi, hingga perdarahan di hidung dan gastrointestinal, bahkan kematian. Di Kelurahan Tomang Jakarta Barat, jumlah kasus DD terkonfirmasi pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 kasus sehingga diperlukan pemantauan populasi jentik nyamuk menggunakan indikator entomologis seperti Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan Density Figure (DF) untuk membantu menilai potensi transmisi dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jentik nyamuk serta faktor risiko DD di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada bulan Oktober 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode potong lintang yang menggambarkan kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan tempat penampungan air yang diperiksa serta faktor risikonya. Sampel penelitian berjumlah 134 orang, diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan 30 larva Aedes yang terdiri dari 76,7% (23/30) Ae. aegypti dan 23,3% (7/30) Ae. albopictus. Tingkat kepadatan jentik nyamuk tergolong rendah dimana nilai HI sebesar 2,2%, CI 0,6%, BI 2,99%, DF 1, dengan Angka Bebas Jentik sebesar 98%. Faktor risiko DD adalah memiliki tanaman dalam pot sebesar 30,6% (41/134) dan perilaku tidak menutup bak mandi sebesar 11,2% (15/134) karena ditemukan larva Aedes sp. di tempat penampungan tersebut. Kerja sama pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat tetap diperlukan dalam menggiatkan kegiatan PSN 3M Plus dan G1R1J untuk menurunkan risiko DD.
EFEK KONSUMSI KOPI ROBUSTA TERHADAP TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI NADI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN RANDUDONGKAL, PEMALANG Imadul Iman Ibnu Sakana; Susy Olivia Lontoh; Chrismerry Song
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38468

Abstract

Kopi merupakan minuman yang banyak dikonsumsi dan mengandung kafein yang dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Efek akut konsumsi kopi terhadap tekanan darah dan frekuensi nadi masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan denyut nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal, Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan repeated measures. Sebanyak 69 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan mayoritas laki-laki (72,5%) dan rerata usia 38,06 ± 13,43 tahun. Rerata indeks massa tubuh adalah 22,37 ± 3,37 kg/m². Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi dilakukan sebelum konsumsi kopi serta pada menit ke-5, ke-10, dan ke-15 setelah konsumsi. Analisis data menggunakan uji Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik mengalami perubahan yang sangat kecil, dari 123,12 mmHg menjadi 122,00 mmHg pada menit ke-5 dan kembali menjadi 123,38 mmHg pada menit ke-15. Tekanan darah diastolik menunjukkan peningkatan ringan dari 79,43 mmHg menjadi sekitar 81 mmHg setelah konsumsi kopi. Namun, perubahan tersebut tidak bermakna secara statistik pada tekanan darah sistolik (p=0,276) maupun diastolik (p=0,117). Frekuensi nadi meningkat dari 82,19 menjadi 84,00 kali/menit pada menit ke-5, kemudian menurun kembali mendekati nilai awal, dengan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,008). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perubahan yang bermakna secara statistik pada tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang dan terdapat perubahan frekuensi nadi sebelum dan sesudah konsumsi kopi robusta pada masyarakat di Kecamatan Randudongkal Pemalang setelah konsumsi