Achmad Noor Fatirul
Universitas PGRI Adi Buana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEVELOPMENT OF GOOGLE SITES-BASED INTERACTIVE MEDIA ON FOLKTALE MATERIAL FOR FIFTH-GRADE STUDENTS AT SD NEGERI TANGGUNGAN Sundari Wati; Adi Bandono; Achmad Noor Fatirul
Getsempena English Education Journal Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/geej.v12i2.3471

Abstract

A goal of this research is to set up learning media suitable for folktales like Google Sites did. the fifth grader students at SDN Tanggungan will be better at telling stories after reading this material. In this study, we attempt to solve the lack of digital media that Merdeka Curriculum-Framework speaking poses to students' skills and endeavours. This paper reports on a study using expert validation as well as individual (3 students), small-group (6 students) and large-group (25 students) trials. The ADDIE model was followed, which guided each stage of media development: needs assessment, design, development or production of materials, installation and use, and evaluation. Data were collected through expert validation questionnaires and student practicality questionnaires. The medium scored 92% total on expert validation, with its contents, design and media elements all receiving excellent evaluations. Again, the practicality test showed a very high score of 97%, proving that students liked and found it useful in learning storytelling. They also felt the media helped them to understand the proper procedures greatly; most of them were able to tell their own stories after some guidance from training programs supported through use of this technology. These findings are consistent with previous studies that indicate Google Sites are very well received by users at an institute. The results offer new evidence of the usefulness and applicability to oral storytelling—an area heretofore underutilized within Indonesian language education. In conclusion, the Google Sites-based interactive multimedia materials developed in this investigation are very accessible and adaptable to the Merdeka Curriculum, helping nur ture creativity, communications competencies and digital know-how in primary school children.
Pengembangan Media Pembelajaran Low-cost Berbasis Smartphone untuk Mendukung Kegiatan Belajar di Sekolah Alam Al Izzah Brigita Moudy Puspa Wardani; Achmad Noor Fatirul; Prayogo Prayogo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4614

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendesain media pembelajaran low-cost berbasis smartphone menggunakan aplikasi Canva dan Wayground untuk mendukung kegiatan belajar di Sekolah Alam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan media pembelajaran yang ekonomis, mudah diakses, serta relevan dengan karakter pembelajaran kontekstual di lingkungan alam terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis, dilakukan identifikasi kebutuhan guru dan Siswa terhadap media yang dapat digunakan secara fleksibel tanpa memerlukan perangkat mahal. Tahap desain dan pengembangan menghasilkan prototipe media pembelajaran digital yang memanfaatkan aplikasi smartphone dengan fitur interaktif, visual eksploratif, serta bahan ajar yang terintegrasi dengan aktivitas luar ruang. Prototipe yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli media, serta diuji coba secara terbatas pada Siswa Sekolah Alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis smartphone yang dikembangkan dinilai layak dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan belajar di Sekolah Alam. Validasi ahli menunjukkan kategori “sangat layak”, sedangkan respon Siswa dan guru menyatakan media ini mampu meningkatkan keterlibatan belajar, kemandirian, dan pemahaman konsep melalui pengalaman belajar langsung di alam. Kesimpulannya, desain media pembelajaran low-cost berbasis smartphone ini dapat menjadi alternatif solusi edukatif yang relevan, terjangkau, dan adaptif dengan kebutuhan Sekolah Alam.