Susilawati Susilawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi-STIKESmi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMAN 1 Kota Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi Erma Paradila; Susilawati Susilawati; Waqid Sanjaya
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25540

Abstract

ABSTRACT Menstrual pain or dysmenorrhea is a common condition among adolescent girls that can disrupt their daily routines. Dietary habits, particularly the frequent intake of fast food, are considered as one of the possible contributing factors. This study was conducted to identify whether there is an association between fast food consumption and the occurrence of primary dysmenorrhea among female students of SMAN 1 Kota Sukabumi. A quantitative study with a cross-sectional design was applied. From a total population of 574 students, 236 participants were selected through proportional stratified random sampling. Data collection involved the use of a Food Frequency Questionnaire (FFQ) to evaluate eating patterns and a Numeric Rating Scale (NRS) to assess pain intensity. The relationship between variables was analyzed using the Chi-Square test. Findings indicated that 41.5% of respondents frequently consumed fast food, while 62.7% reported experiencing dysmenorrhea. The statistical test produced a p-value of 0.002, which is below the significance threshold. The analysis suggests a statistically significant association between fast food consumption and primary dysmenorrhea among adolescent girls.  Keywords: Fast Food, Primary Dysmenorrhea, Adolescent Girls.  ABSTRAK Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat menstruasi dan cukup banyak dialami oleh remaja putri hingga dapat mengganggu aktivitas harian. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah pola makan, khususnya kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMAN 1 Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Dari total 574 siswi, sebanyak 236 responden dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola konsumsi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 41,5% responden termasuk dalam kelompok yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, sementara 62,7% mengalami dismenore. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,002 yang berada di bawah batas signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri.  Kata Kunci: Makanan Cepat Saji, Dismenore Primer, Remaja Putri.