Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sulawesi Utara mengandalkan ketersediaan aneka aset penyiaran guna menjamin kelancaran siaran hariannya. Namun, sistem sirkulasi peminjaman perangkat dan pemeliharaan berkala terbukti tidak terstruktur. Fakta ini berakibat pada ketidakteraturan antrean permintaan. Jadwal layanan terus berbenturan. Dokumen jejak peminjaman juga sering hilang. Hambatan administratif ini memicu penurunan efisiensi operasional, sekaligus berisiko menyebabkan kerusakan perangkat fisik yang luput terpantau. Studi ini mengusulkan integrasi algoritma First Come First Served (FCFS) sebagai arsitektur asas sistem manajemen sirkulasi dan pemeliharaan aset. Model FCFS memproses setiap antrean berdasarkan urutan tempo kedatangan permintaan. Metode ini memastikan keadilan dan keteraturan dalam eksekusi layanan pinjaman sampai reparasi peralatan. Target penelitian ini adalah mengembangkan sistem informasi digital yang dapat mengelola data aset, melacak riwayat mobilitas produk secara otomatis, serta menjadwalkan proses perbaikan teknisi tanpa tumpang tindih. Evaluasi final mengonfirmasi capaian signifikan. Penerapan algoritma FCFS pada platform manajemen aset mampu meningkatkan efisiensi pemrosesan antrean sirkulasi dibandingkan pencatatan kertas. Akurasi pengawasan status pemeliharaan fasilitas juga kini lebih terukur. Penurunan risiko hilangnya peralatan terbukti diwujudkan secara optimal karena fitur identifikasi barcode. Ekosistem digital mutakhir ini nyatanya terbukti efektif di dalam menuntaskan kendala kerumitan antrean maupun proses pelacakan sejumlah fasilitas penyiaran operasional.