Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman komunikasi terapeutik: Studi fenomenologi pada fisioterapis militer Mufliha, Ihat; Dida, Susanne; Rodiah, Saleha
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 2 (2025): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i2.70553

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi terapeutik merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan karena berperan dalam membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan pasien, serta mendukung keberhasilan terapi dan rehabilitasi. Namun, kajian komunikasi terapeutik masih didominasi oleh konteks pelayanan kesehatan sipil, sedangkan pengalaman tenaga kesehatan dalam lingkungan militer masih relatif terbatas dalam penelitian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman komunikasi terapeutik pada fisioterapis militer guna memahami bagaimana mereka memaknai, menghayati, dan menjalankan komunikasi terapeutik di tengah pertemuan nilai-nilai humanistik profesi tenaga kesehatan dan budaya organisasi militer yang bercirikan hierarki dan disiplin. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental Edmund Husserl yang dioperasionalisasikan melalui prosedur analisis Moustakas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam fisioterapis militer TNI Angkatan Darat yang bertugas di rumah sakit militer di Jawa Barat. Analisis data dilakukan melalui tahapan epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, serta synthesis of meanings and essences. Hasil: Pengalaman komunikasi terapeutik fisioterapis militer dimanifestasikan melalui empat dimensi utama, yaitu kesetaraan pelayanan, negosiasi hierarki dalam ruang klinis, strategi edukasi pasien, dan pembangunan relasi terapeutik. Komunikasi terapeutik dimaknai sebagai ruang negosiasi antara identitas profesional sebagai tenaga kesehatan dan identitas institusional sebagai prajurit. Para fisioterapis berupaya menyeimbangkan penghormatan terhadap hierarki militer dan komitmen terhadap kebutuhan pasien melalui komunikasi yang empatik, adaptif, dan berpusat pada pasien. Secara konseptual, penelitian ini memperkaya pemahaman komunikasi terapeutik dalam organisasi berhierarki tinggi, serta secara empiris memberikan gambaran mendalam mengenai pengalaman fisioterapis militer dalam konteks komunikasi kesehatan di Indonesia.