Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEKONSTRUKSI HAK IJBAR WALI DALAM TINJAUAN INTERDISIPLINER HUKUM ISLAM, TRADISI LOKAL, DAN PSIKOLOGI KELUARGA Mohamad Hoirul Anam; Jamik Imam Utomo
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/mabahits.v6i02.2922

Abstract

Penerapan hak ijbar dalam masyarakat beragama kontemporer kerap menyimpang dari doktrin perlindungan fikih Islam klasik dan sebagian besar terkooptasi oleh tradisi lokal patriarkis yang secara sistematis meminggirkan otonomi perempuan. Perkawinan paksa yang dilakukan dengan dalih ketaatan beragama dan pelestarian status sosial secara empiris menimbulkan implikasi psikologis yang destruktif seperti depresi, trauma berkepanjangan, dan disfungsi keluarga yang bertentangan dengan tujuan fundamental hukum Islam atau maqashid asy syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep hak ijbar melalui pendekatan interdisipliner komprehensif yang mencakup hukum keluarga Islam, dinamika budaya lokal di Jember, dan psikologi keluarga klinis. Menggunakan metode kualitatif empiris dengan desain sosio legal, penelitian ini mengumpulkan data primer melalui observasi dan wawancara mendalam yang dipadukan dengan literatur sekunder otoritatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan tekstual ijbar yang kaku mutlak harus direkonstruksi menggunakan perspektif mubadalah atau kesalingan guna memulihkan relasi gender yang egaliter di dalam rumah tangga. Melalui paradigma ini, hak ijbar diredefinisi secara ketat murni sebagai kewajiban moral dan administratif wali untuk memfasilitasi dialog. Selanjutnya, parameter kafaah atau kesekufuan diperluas untuk mewajibkan adanya kesiapan psikologis dan kecocokan emosional dari calon pengantin perempuan. Transformasi interdisipliner ini secara niscaya membutuhkan intervensi penemuan hukum progresif dari para hakim peradilan agama serta pembaruan kurikulum yang responsif di institusi pendidikan tinggi Islam guna mewujudkan sistem hukum keluarga yang benar benar memanusiakan perempuan.
PERAN BMT NUSANTARA DALAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI SITUBONDO Budi Sufyanto; Mohamad Hoirul Anam
Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) contributes significantly to the development of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) in East Java, particularly in the Situbondo Regency, by providing business capital financing (barakah business capital) and entrepreneurship training. Consequently, this increases the productivity and competitiveness of micro, small, and medium enterprise actors. This study analyzes the extent to which BMT's programs and activities aim to improve MSMEs, as well as the influence of Sharia financing on MSME growth. The findings indicate that a Sharia-based approach not only fulfills financial needs but also strengthens the economic inclusion of the ummah (community), despite existing challenges such as the risk of default. The results emphasize the necessity for synergy between BMT, the government, and MSMEs to optimize these impacts. This research utilizes a descriptive qualitative method, employing data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The study was conducted in the Situbondo Regency. The research subjects include BMT Nusantara, regarding its operations, and the MSMEs fostered through capital provision, additional capital, and mentoring provided by BMT.