Fathna Adiba Misbah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerimaan Uang Elektronik di Pesantren: Studi Kasus Aplikasi DQM Akses Budi Nugroho; Naila Khadijah Al Khansa; Fathna Adiba Misbah; Nida Ghaida
Income : Digital Business Journal Vol. 4 No. 1 (2026): .
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/income.v4i1.6111

Abstract

This study examines user acceptance of the DQM Akses electronic-money application in the Darul Quran boarding-school environment and identifies key factors influencing adoption. A mixed-methods design was used, combining a Likert-scale questionnaire survey (n=159) with in-depth interviews involving users and system managers. The analysis is grounded in the Technology Acceptance Model (TAM), covering perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention, and additional factors. Results indicate generally positive acceptance, with usability and transaction practicality highlighted as primary benefits, while network stability and card/saldo security remain concerns. Multiple regression suggests that behavioral intention and additional factors are the dominant predictors of acceptance, whereas perceived usefulness and ease of use contribute only marginally. The findings imply that improving user experience, reliability, and security features (e.g., PIN/OTP) is essential to strengthen cashless adoption in boarding schools. ==== Digitalisasi transaksi keuangan mulai merambah lingkungan pesantren, termasuk melalui aplikasi DQM Akses yang digunakan di SMAIT Darul Quran untuk mendukung transaksi non-tunai antara santri, guru, karyawan, wali santri, dan pedagang sekitar. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat penerimaan uang elektronik melalui DQM Akses serta mengidentifikasi faktor penentunya menggunakan kerangka \textit{Technology Acceptance Model} (TAM). Studi kasus ini menggunakan metode campuran: survei kuesioner skala Likert kepada 159 responden dan wawancara mendalam dengan perwakilan pengguna serta pengelola. Variabel TAM yang dianalisis mencakup kemanfaatan yang dirasakan (KD), kemudahan penggunaan (KP), niat menggunakan (NM), dan faktor tambahan (FT) seperti kepercayaan dan keamanan. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, regresi linear berganda pada skor rata-rata blok variabel, dan analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan penerimaan DQM Akses cenderung positif; pengguna menilai transaksi lebih praktis, efisien, serta meningkatkan transparansi pencatatan. Namun, kendala koneksi jaringan, antrean saat transaksi, dan proteksi keamanan kartu/saldo masih menjadi isu. Regresi mengindikasikan bahwa NM dan FT menjadi penentu utama penerimaan, sedangkan KD dan KP berkontribusi lebih kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keamanan, reliabilitas infrastruktur, dan komunikasi manfaat bagi pemangku kepentingan untuk mendorong adopsi cashless yang selaras dengan nilai pesantren. Implikasi praktisnya, pengelola pesantren dan pengembang aplikasi perlu menyediakan edukasi pengguna, SOP penanganan gangguan, serta mekanisme otentikasi (misalnya PIN/OTP) agar transaksi tetap aman dan nyaman bagi seluruh pihak.