Dyah Arini Setyaningsih
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Pembelajaran Kitab Kuning Beraksara Arab Pegon di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Dyah Arini Setyaningsih; Ade Ruswatie
AlFaqrah: Journal of Arabic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): AlFaqrah: Journal of Arabic Studies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat(LPPM), STAI PUI Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/fq.v5i1.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran kitab kuning menggunakan Arab Pegon bagi santri putri kelas Tajwid di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin Teluk Purwokerto Selatan Banyumas serta menjelaskan solusi yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesulitan santri dalam membaca, menulis, dan memahami kitab kuning melalui pemaknaan Arab Pegon, meskipun metode tersebut telah menjadi tradisi pembelajaran di pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas Tajwid, guru pengampu kitab kuning, guru pengampu Arab Pegon, serta santri putri kelas Tajwid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran kitab kuning menggunakan Arab Pegon komprehensif menjadi dua, yaitu problematika linguistik dan non-linguistik. Problematika linguistik meliputi kesulitan dalam aspek morfologi (penentuan wazan dan bentuk kata), sintaksis (penentuan i'rab dan struktur kalimat), semantik (pemahaman makna sesuai konteks), serta restrukturisasi (penyusunan kembali makna terjemahan). Adapun problematika non-linguistik meliputi kurangnya motivasi belajar, perbedaan latar belakang pendidikan santri, keterbatasan waktu, metode pembelajaran yang masih dominan berpusat pada guru, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Solusi yang dilakukan antara lain penguatan dasar nahwu dan sharaf, pembiasaan latihan membaca dan menulis Arab Pegon, kombinasi metode bandongan dan sorogan, pemberian motivasi belajar, serta pembiasaan kegiatan muthola'ah.