Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DAKWAH PONDOK PESANTREN DARUL TAUHID MELALUI KEGIATAN ISRA’ MI’RAJ DI NAGARI SALAYO KABUPATEN SOLOK Alfian Alfian; Rezi Novita
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 17 Nomor 01 Tahun 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/amj-kpi.v17i01.14799

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena uniknya kegiatan kajian Isra’ Mi’raj yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darul Tauhid Nagari Salayo yang dilaksanakan di rumah jemaah, masjid, mushalla, lapangan dan balai pertemuan adat. Kegiatan ini berupa kajian atau ceramah yang dilaksanakan selama satu bulan penuh di bulan Rajab dan diikuti oleh jemaah dari berbagai kalangan anak-anak hingga lansia. Hal ini menjadi tradisi khas yang tidak ditemukan di daerah lainnya, hingga saat ini kegiatan kajian terus berkembang dari tahun ke tahun. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang didapat yaitu dari pimpinan, guru, da’i dan arsip-arsip. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Strategi rasional Pondok Pesantren Darul Tauhid adalah pengkisahan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlandaskan kepada al-Quran dan hadis yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, penyampaian materi secara sistemastis dan menarik perhatian jemaah dengan menyelipkan candaan dan guyonan, penyampaian kajian dengan metode diskusi atau tanya jawab. 2) Strategi sentimental Pondok Pesantren Darul Tauhid adalah penyampaian kajian dengan bahasa yang menyentuh hati jemaah, penuh penghormatan dan ketulusan, keikhlasan hati, dan penghayatan dengan meresapi apa yang disampaikan. 3). Strategi indrawi yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Darul Tauhid adalah kajian dilaksanakan di tempat yang luas, serta tuan rumah menyediakan makanan bagi seluruh jemaah yang hadir. Kegiatan diawali dengan pembacaan al-Quran surah Al-Isra’ dan diselingi dengan selawatan. Para da’i menyampaikan kajian dengan suara yang lantang dan penuh semangat, ekspresi wajah yang komunikatif dan gerakan tubuh yang meyakinkan.