Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi kelompok peternak, pelaksanaan peran penyuluh dan pengaruh peran penyuluh terhadap fungsi kelompok peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode survei. Lokasi ditentukan secara porposive sampling (terdapat penyuluh peternakan, kelompok peternak aktif dan mendapatkan bantuan berupa ternak sapi 10 tahun terakhir). Responden 80 orang peternak dari 15 kelompok peternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025. Hasil menunjukkan pelaksanaan fungsi kelompok berada pada kategori tidak baik: kelas belajar (62,5%), wahana kerjasama (73,75%) dan unit produksi (73,75%). Peran penyuluh juga belum optimal: edukator 73,75%, motivator 70%, fasilitator 67,5%, dan innovator 72,5%, seluruhnya dalam kategori tidak baik. Hasil uji t pada pengujian fungsi kelas belajar variabel edukator dan jenis kelamin berpengaruh signifikan (p<0,05). Sedangkan motivator berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fungsi kelas belajar. Pada pengujian fungsi wahana kerjasama variabel edukator berpengaruh secara signifikan. Pada pengujian fungsi unit produksi variabel innovator dan jumlah ternak berpengaruh secara signifikan. Hasil uji F menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap fungsi kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi. Nilai determinasi didapatkan fungsi kelas belajar (30,6%), wahana kerjasama (16,7%) dan unit produksi (16,3%.) secara keseluruhan pelaksanaan peran penyuluh dan fungsi kelompok oleh peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota belum berjalan secara optimal.