Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Penyuluh Terhadap Fungsi Kelompok Peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota Shinta Mela Putri; Fuad Madarisa; Basril Basyar
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi kelompok peternak, pelaksanaan peran penyuluh dan pengaruh peran penyuluh terhadap fungsi kelompok peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penentuan responden sebanyak 80 orang dilakukan menggunakan purposive sampling, dengan mengambil 5–7 peternak aktif dari masing-masing 15 kelompok peternak berdasarkan kriteria keterlibatan dalam kegiatan kelompok, kepemilikan ternak bantuan, dan partisipasi dalam pengelolaan usaha. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Februari 2025. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan fungsi kelompok belum berjalan dengan optimal, penilaian peternak: kelas belajar (42,50%) dan unit produksi (42,50%) berada pada kategori cukup baik, sedangkan wahana kerjasama (46,25%) pada kategori tidak baik. Peternak menilai peran penyuluh belum optimal: edukator 45,00%, komunikator 38,75%, dinamisator 37,50% peternak menilai cukup baik, sedangkan organisator 45,00% peternak menyatakan tidak baik. Hasil uji t menunjukkan bahwa peran edukator berpengaruh signifikan terhadap fungsi kelas belajar dan wahana kerjasama, komunikator berpengaruh negatif signifikan terhadap unit produksi, organisator berpengaruh negatif signifikan terhadap wahana kerjasama, serta dinamisator berpengaruh negatif signifikan terhadap kelas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh sebagai agen perubahan serta penguatan kelembagaan kelompok peternak berperan penting dalam meningkatkan kinerja kelompok dan motivasi peternak.
Pelaksanaan Peran Penyuluh Terhadap Fungsi Kelompok Oleh Peternak Sapi Potong Di Kabupaten Lima Puluh Kota Shinta Mela Putri; Fuad Madarisa; Basril Basyar
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v8i1.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi kelompok peternak, pelaksanaan peran penyuluh dan pengaruh peran penyuluh terhadap fungsi kelompok peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode survei. Lokasi ditentukan secara porposive sampling (terdapat penyuluh peternakan, kelompok peternak aktif dan mendapatkan bantuan berupa ternak sapi 10 tahun terakhir). Responden 80 orang peternak dari 15 kelompok peternak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025. Hasil menunjukkan pelaksanaan fungsi kelompok berada pada kategori tidak baik: kelas belajar (62,5%), wahana kerjasama (73,75%) dan unit produksi (73,75%). Peran penyuluh juga belum optimal: edukator 73,75%, motivator 70%, fasilitator 67,5%, dan innovator 72,5%, seluruhnya dalam kategori tidak baik. Hasil uji t pada pengujian fungsi kelas belajar variabel edukator dan jenis kelamin berpengaruh signifikan (p<0,05). Sedangkan motivator berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fungsi kelas belajar. Pada pengujian fungsi wahana kerjasama variabel edukator berpengaruh secara signifikan. Pada pengujian fungsi unit produksi variabel innovator dan jumlah ternak berpengaruh secara signifikan. Hasil uji F menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap fungsi kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi. Nilai determinasi didapatkan fungsi kelas belajar (30,6%), wahana kerjasama (16,7%) dan unit produksi (16,3%.) secara keseluruhan pelaksanaan peran penyuluh dan fungsi kelompok oleh peternak di Kabupaten Lima Puluh Kota belum berjalan secara optimal.