Transformasi digital mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan strategi pemasaran yang mampu menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pemasaran berbasis media digital, perannya dalam membentuk minat calon mahasiswa baru, serta kontribusinya terhadap penguatan daya saing Institut Agama Islam Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Informan penelitian meliputi unsur pimpinan, Humas/pemasaran, serta tim media dan teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran digital telah diterapkan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Instagram, TikTok, dan website menjadi media utama dalam menyampaikan informasi akademik, penerimaan mahasiswa baru, fasilitas, prestasi, dan aktivitas institusi. Media sosial berperan sebagai sarana pengenalan dan interaksi awal, sedangkan website menjadi sumber informasi yang lebih lengkap dan terhubung dengan sistem penerimaan mahasiswa baru. Pemasaran digital juga mendukung penguatan daya saing melalui publikasi identitas institusi, program pendidikan, fasilitas, prestasi, serta aktivitas sosial dan akademik. Namun, implementasinya masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia khusus, SOP, dokumentasi evaluasi, dan anggaran promosi berbayar. Penelitian ini menegaskan bahwa pemasaran digital tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi menjadi bagian dari manajemen komunikasi dan penguatan identitas perguruan tinggi.