M. Rizal Eka Saputra
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Determinan Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Mikro dan Kecil di Provinsi NTB Tahun 2013-2024 St Maryam; Vici Handalusia; M. Rizal Eka Saputra
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2208

Abstract

Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan ekonomi daerah, namun penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2013–2024 masih mengalami fluktuasi meskipun terjadi perubahan berbagai indikator makroekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan inflasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi NTB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan memanfaatkan data sekunder time series tahun 2013–2024. Populasi penelitian mencakup seluruh data tahunan mengenai indikator makroekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Provinsi NTB, sedangkan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan seluruh data periode penelitian. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, PMDN, UMP, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 9,70%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi NTB lebih dipengaruhi oleh karakteristik internal usaha dibandingkan faktor-faktor makroekonomi yang dianalisis.
Analisis Determinan Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Mikro dan Kecil di Provinsi NTB Tahun 2013-2024 M. Rizal Eka Saputra; St Maryam; Vici Handalusia
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2240

Abstract

Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan ekonomi daerah, namun penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2013–2024 masih mengalami fluktuasi meskipun terjadi perubahan berbagai indikator makroekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan inflasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi NTB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan memanfaatkan data sekunder time series tahun 2013–2024. Populasi penelitian mencakup seluruh data tahunan mengenai indikator makroekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Provinsi NTB, sedangkan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan seluruh data periode penelitian. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, PMDN, UMP, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 9,70%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mikro dan kecil di Provinsi NTB lebih dipengaruhi oleh karakteristik internal usaha dibandingkan faktor-faktor makroekonomi yang dianalisis.