Pengangguran terbuka masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan ketidakseimbangan antara ketersediaan tenaga kerja dan kesempatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, jumlah penduduk, upah minimum, dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan analisis regresi data panel. Populasi penelitian meliputi seluruh delapan kabupaten dan dua kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Teknik sampling jenuh menghasilkan 50 unit observasi. Data sekunder dikumpulkan melalui dokumentasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait. Analisis data dilakukan melalui pemilihan model regresi data panel, pengujian asumsi klasik, uji hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, upah minimum, dan Indeks Pembangunan Manusia tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 73 persen. Kesimpulannya, pengangguran terbuka di Provinsi Nusa Tenggara Barat dipengaruhi oleh kombinasi faktor demografi, ketenagakerjaan, kebijakan pengupahan, dan pembangunan manusia, dengan jumlah penduduk sebagai faktor yang paling dominan selama periode penelitian.