Dina Noor Khofiana
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan Konservatisme Akuntansi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode 2022–2024 Dina Noor Khofiana; Sri Dewi Wahyundaru
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2231

Abstract

Penerapan konservatisme akuntansi menjadi penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi, volatilitas harga bahan baku, serta tekanan bisnis yang dihadapi perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman. Konservatisme akuntansi berperan sebagai prinsip kehati-hatian yang dapat mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kesulitan Keuangan (Financial Distress), Ukuran Perusahaan (Firm Size), Profitabilitas (Profitability), dan Leverage (Leverage) terhadap Konservatisme Akuntansi (Accounting Conservatism) pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan memperoleh 37 perusahaan dan 111 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi, sedangkan Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi. Sementara itu, Kesulitan Keuangan dan Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Konservatisme Akuntansi. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki ukuran lebih besar cenderung menerapkan prinsip kehati-hatian yang lebih tinggi dalam pelaporan keuangan, sedangkan tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung menurunkan tingkat konservatisme akuntansi. Dengan demikian, ukuran perusahaan dan profitabilitas menjadi faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi konservatisme akuntansi dibandingkan kesulitan keuangan dan leverage pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman di Indonesia.