Pasar modal memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, baik sebagai media investasi maupun sumber pendanaan bagi perusahaan. Dalam konteks ini, sektor barang consumer non-cyclical dianggap relatif stabil, namun tetap menghadapi dinamika kinerja keuangan yang memengaruhi kebijakan dividen perusahaan. Perubahan kondisi ekonomi dan strategi keuangan manajerial dapat menyebabkan variasi dalam distribusi dividen kepada pemegang saham. Oleh karena itu, menganalisis faktor-faktor fundamental perusahaan sangat penting untuk memahami kebijakan Dividend Payout Ratio. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Net Profit Margin (NPM), Cash Ratio (CR), dan Debt to Asset Ratio (DAR) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan sektor barang consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, menghasilkan 25 perusahaan dari total populasi 132, dengan 125 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, uji asumsi klasik, koefisien determinasi, serta uji-t dan uji-F dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil menunjukkan bahwa Net Profit Margin dan Cash Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio, sedangkan Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, semua variabel secara signifikan memengaruhi Dividend Payout Ratio perusahaan yang diteliti.