Penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja merupakan dua persoalan sosial yang saling berkelindan dan kian meresahkan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat pedesaan seperti Desa Sidokerto. Artikel ini disusun untuk mendeskripsikan proses, hasil, kendala, manfaat, serta implikasi dari kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap perangkat desa, tokoh masyarakat, guru, dan remaja, serta studi dokumentasi selama periode pelaksanaan KKN. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat, terutama remaja, terhadap bahaya narkoba dan dampak kenakalan remaja masih tergolong rendah akibat minimnya akses informasi, lemahnya pengawasan keluarga, serta kuatnya pengaruh lingkungan pergaulan dan media sosial. Program sosialisasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN, melalui kombinasi ceramah, diskusi kelompok, media visual, dan simulasi peran, terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan sikap kritis remaja terhadap bahaya narkoba, meskipun masih dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan waktu pelaksanaan, sarana pendukung, dan partisipasi masyarakat yang belum sepenuhnya merata. Artikel ini merekomendasikan penguatan sinergi berkelanjutan antara mahasiswa, pihak sekolah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan orang tua sebagai fondasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja di wilayah perdesaan secara jangka panjang.