Sabun cuci piring merupakan kebutuhan harian yang tidak terpisahkan dari aktivitas rumah tangga, namun sebagian besar masyarakat pedesaan masih bergantung sepenuhnya pada produk pabrikan tanpa memanfaatkan potensi limbah organik rumah tangga yang sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Sebagai salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dipadukan dengan ecoenzim hasil fermentasi limbah organik rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan mengenai bahan dan fungsinya, melatih keterampilan produksi secara mandiri, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta membuka peluang usaha rumahan yang sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah community development melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan pelatihan disertai demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga dan anggota kelompok PKK Desa Campurasri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai fungsi bahan (MES, ecoenzim, Cocamidopropyl Betaine/CAPB, gliserin, NaCl, dan asam sitrat) serta peningkatan keterampilan praktik yang tampak dari kemampuan peserta menghasilkan produk dengan busa melimpah, daya bersih lemak yang baik, tekstur stabil, dan aroma yang disukai. Analisis nilai ekonomi sederhana menunjukkan bahwa satu kali produksi sebanyak 15 liter (setara 30 botol kemasan 500 mL) membutuhkan biaya produksi sekitar Rp120.000, dengan harga jual Rp8.000 per botol sehingga diperoleh total penjualan Rp240.000 dan keuntungan bersih sekitar Rp120.000 per satu kali produksi. Antusiasme peserta yang tinggi turut mendorong motivasi untuk menjadikan produk ini sebagai peluang usaha rumahan guna menghemat pengeluaran sekaligus menambah pendapatan keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan riil masyarakat yang memadukan prinsip ramah lingkungan mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik dan menegaskan peran strategis mahasiswa KKN sebagai agen pemberdayaan di tingkat desa