Nurul Azizah
Program Studi D3 Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN ENABLING FACTOR DALAM PEMILIHAN BAHAN MAKANAN DI RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 2025 Nurul Azizah; Legabina Adzkia; Silvia Adi putri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 6 (2025): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Arosuka Kabupaten Solok melaksanakan pelayanan gizi yang mencakup pemilihan bahan makanan sesuai kebutuhan pasien. Enabling factor( faktor pemungkin) seperti ketersediaan sumber daya, akses ke layanan, keterampilan, dan kemampuan fisik menjadi penentu kelancaran proses tersebut. Namun, faktor-faktor ini belum berjalan secara optimal. Tujuan: Untuk menggambarkan enabling factor dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2025. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Penelitian ini dilakukan di Rsud Arosuka Kabupaten Solok pada bulan Mei 2025 di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan rekaman suara,terhadap lima informan yang terdiri dari kepala unit gizi, koordinator pengadaan, juru masak, dan petugas pengantar makanan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Aspek sumber daya manusia masih kurang, terutama pada tenaga katering atau penjamah makanan. Akses ke layanan pembelian bahan makanan dilakukan melalui pihak ketiga, sehingga pengendalian mutu bersifat tidak langsung. Keterampilan petugas gizi cukup baik, namun pelatihan formal belum dilaksanakan di rumah sakit . Kemampuan fisik petugas memadai, tetapi beban kerja yang tinggi menjadi kendala. Kesimpulan dan Saran: enabling factor dalam pemilihan bahan makanan di RSUD Arosuka masih terkendala dalam hal ketersediaan tenaga kerja,akses ke layanan , dan kurangnya pelatihan. Disarankan pihak rumah sakit menambah tenaga katering, melakukan evaluasi berkala terhadap penyedia bahan makanan, serta menyelenggarakan pelatihan rutin untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi.