This Author published in this journals
All Journal JUILMU
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Teologi Pemuridan Berdasarkan Eksegesis Matius 28:18-20 dan Relevansinya bagi Transformasi Pendidikan Agama Kristen di Era Artificial Intelligence Liston Sihombing; Yanti Giri; Supiyani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.227-244

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Meskipun AI memberikan berbagai kemudahan dalam pembelajaran, teknologi ini tidak dapat menggantikan dimensi spiritual, relasional, dan pembentukan karakter yang menjadi hakikat pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi pemuridan berdasarkan eksegesis Matius 28:18-20 serta menganalisis relevansinya bagi transformasi Pendidikan Agama Kristen di era Artificial Intelligence. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksegesis dan penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa teks Yunani Matius 28:18-20 dianalisis melalui pendekatan historis, gramatikal, sastra, dan teologis, kemudian didukung oleh berbagai literatur tentang teologi pemuridan, Pendidikan Agama Kristen, dan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan merupakan inti Amanat Agung yang diwujudkan melalui pengajaran, pembentukan karakter, ketaatan, dan penyertaan Kristus. Penelitian ini merekonstruksi teologi pemuridan ke dalam empat dimensi, yaitu kristosentris, transformatif, relasional, dan misioner sebagai paradigma transformasi Pendidikan Agama Kristen di era AI. Temuan penelitian menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai sarana pembelajaran yang digunakan secara etis, sedangkan Kristus tetap menjadi pusat pendidikan. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengabaikan fondasi teologisnya.