Interaksi edukatif merupakan unsur penting dalam pembelajaran karena memengaruhi keterlibatan, motivasi, perkembangan akademik, serta pembentukan sosial, emosional, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, kajian terdahulu masih cenderung membahas komunikasi pembelajaran, otoritas guru, dukungan emosional, partisipasi, dan internalisasi nilai secara terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, proses pembentukan, dan karakteristik interaksi edukatif di sekolah atau madrasah serta merumuskan kerangka integratif yang menghubungkan dimensi pedagogis dengan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka integratif. Data diperoleh dari 25 artikel yang diterbitkan pada 2021–2026 dalam jurnal internasional terindeks Scopus serta jurnal nasional terakreditasi Sinta 1 dan Sinta 2. Literatur dianalisis menggunakan analisis isi tematik melalui proses identifikasi, pengodean, perbandingan kategori, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi edukatif diwujudkan melalui komunikasi dialogis, umpan balik konstruktif, dukungan akademik dan psikologis, komunikasi nonverbal, kolaborasi antarpeserta didik, keteladanan, dan pembiasaan nilai. Proses pembentukannya berlangsung melalui penciptaan rasa aman, pembukaan ruang partisipasi, pemenuhan kebutuhan psikologis, pemberian dukungan adaptif, pengelolaan otoritas secara proporsional, serta penguatan budaya kelembagaan. Interaksi yang efektif memiliki karakter dialogis, timbal balik, humanis, suportif, partisipatif, inklusif, adaptif, reflektif, terarah, etis, dan religius. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi edukatif merupakan hubungan pedagogis multidimensional yang mengintegrasikan tujuan akademik, sosial, emosional, moral, dan spiritual. Implikasinya, sekolah dan madrasah perlu memperkuat kompetensi interaksional guru, budaya umpan balik, partisipasi yang adil, disiplin yang mendidik, serta konsistensi internalisasi nilai Islam dalam kebijakan dan praktik kelembagaan.