Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS PADANG KORIDOR BUNGUS TELUK KABUNG – PASAR RAYA Evince Oktarina; Abdussalam
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal REKAYASA (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v15i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Padang pada Koridor Bungus Teluk Kabung–Pasar Raya dengan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa indikator utama, meliputi kapasitas dan load factor, headway dan waktu tunggu, waktu siklus, kecepatan kendaraan, tingkat keterlambatan, ketersediaan armada, serta karakteristik penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan kuesioner, dengan pengumpulan data pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas armada bus sedang telah sesuai dengan standar, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah. Nilai load factor rata-rata sebesar 39,69% berada jauh di bawah standar ideal 70%, yang mengindikasikan belum optimalnya penyerapan permintaan layanan. Rata-rata headway dan waktu tunggu penumpang masih memenuhi standar pelayanan minimal, tetapi terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada jam sibuk akibat keterbatasan armada dan kondisi lalu lintas. Selain itu, kecepatan operasional bus dan tingkat keterlambatan layanan belum memenuhi standar yang ditetapkan, terutama pada periode puncak perjalanan. Secara keseluruhan, kinerja operasional BRT Trans Padang pada koridor penelitian belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penambahan armada, penyesuaian jadwal operasional, serta dukungan manajemen lalu lintas untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan kualitas layanan angkutan umum perkotaan di Kota Padang.
Analysis of Compaction Quality of Class A Aggregate Base Using the Sand Cone Method on the Teluk Tapang Port Access Road Evince Oktarina; Tiva Maizar Lina
Civil Engineering Collaboration Vol. 11 (2026) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcivil.v11i1.93

Abstract

This study, entitled “Analysis of Compaction Quality of Class A Aggregate Base Using the Sand Cone Method on the Teluk Tapang Port Access Road Project”, aims to evaluate the field compaction quality and its conformity with the applicable technical specifications. The research scope includes field data collection of moisture content and in-situ density on the Class A aggregate base layer at several test points along the access road alignment to Teluk Tapang Port. The method used is the Sand Cone Test in accordance with SNI 03-2827-2011, to determine the in-situ dry density of the compacted layer. The field density values were compared to the laboratory maximum dry density obtained from the Modified Proctor Test, to calculate the degree of compaction (% compaction). The data were analyzed descriptively to observe the relationship between moisture content and compaction level, as well as to evaluate compliance with Bina Marga standards, which require a minimum of 95% compaction for the upper base layer. The results from 60 test points show that the moisture content ranged from 1.32% to 17.7%, with an average of 7.49%, while the compaction percentage ranged from 51.19% to 99.70%, with an average of 86.15%. Evaluation results indicate that 46.7% of the test points achieved compaction above 90%, and only 21.7% met the 95% requirement set by Bina Marga standards. It can be concluded that the compaction quality of the Class A aggregate base layer on this project has not fully met the specified compaction standards, particularly at several stations with moisture content either above or below the optimum level. Therefore, better moisture control and compaction procedures are required to achieve more uniform and compliant results.