Self-management is an essential aspect for female Qur'an memorization students (mahasantri) in maintaining memorization consistency, managing academic demands, and coping with various challenges during their educational process. However, not all students demonstrate optimal self-management abilities. This study aimed to examine the role of intrinsic motivation and peer social support in predicting self-management among female Qur'an memorization students. The study employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 77 first-semester female students enrolled in a Qur'an memorization program and residing in non-tahfidz dormitories, selected through purposive sampling. Data were collected using intrinsic motivation, peer social support, and self-management scales and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that intrinsic motivation and peer social support simultaneously played a significant role in predicting self-management (R = 0.814; R² = 0.662; F = 72.411; p < 0.001). These findings indicate that higher levels of intrinsic motivation and peer social support are associated with better self-management in managing both academic responsibilities and Qur'an memorization activities. Therefore, tahfidz-based educational institutions are encouraged to develop programs that enhance students' intrinsic motivation and strengthen peer social support to optimize their self-management abilities [Kemampuan manajemen diri merupakan aspek penting bagi mahasantri putri penghafal Al-Qur’an dalam menjaga konsistensi hafalan, mengelola tuntutan akademik, serta menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan. Namun, tidak semua mahasantri memiliki kemampuan manajemen diri yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi intrinsik dan dukungan sosial teman sebaya dalam memprediksi manajemen diri pada mahasantri putri penghafal Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 77 mahasantri putri semester satu yang mengikuti program tahfidz Al-Qur’an dan tinggal di asrama non-tahfidz, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala motivasi intrinsik, skala dukungan sosial teman sebaya, dan skala manajemen diri, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan berperan signifikan dalam memprediksi manajemen diri (R = 0,814; R² = 0,662; F = 72,411; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi intrinsik dan dukungan sosial teman sebaya, semakin baik kemampuan manajemen diri mahasantri dalam menjalankan aktivitas akademik dan proses menghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, lembaga pendidikan berbasis tahfidz disarankan untuk mengembangkan program yang dapat meningkatkan motivasi intrinsik serta memperkuat dukungan sosial antarteman sebaya guna mendukung optimalisasi manajemen diri mahasantri.]