Fadilah Qotimatun Puji Rahayu
Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

a Analisis Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Perekonomian Masyarakat Ditinjau dari Perspektif Fiqh Muamalah Fadilah Qotimatun Puji Rahayu
Jurnal Ad Dustur Vol. 2 No. 2 (2026): Ad-Dustur
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi program MBG terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan penerima manfaat, serta meninjau mekanisme pengadaan dan distribusinya berdasarkan prinsip Fiqh Muamalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengelola program dan pelaku usaha, serta studi literatur ekonomi dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini menciptakan multiplier effect yang signifikan melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan kepastian pasar bagi petani serta UMKM. Dari perspektif Fiqh Muamalah, operasional program ini melibatkan akad wakalah, ijarah, dan istishna’ yang harus memenuhi prinsip transparansi, keadilan, serta terhindar dari unsur gharar dan riba. Secara keseluruhan, program MBG telah selaras dengan konsep maqashid syariah, terutama dalam menjaga jiwa (hifdz an-nafs) dan akal (hifdz al-'aql) melalui penyediaan makanan yang halalan thayyiban.
Pelatihan Keterampilan Penanganan Kekerasan Seksual Dan Perundungan (Bullying) Bagi Masyarakat Desa Gemolong, Sragen Fadilah Qotimatun Puji Rahayu; Novan Wahyu Primadi; Windari Windari; Fatmah Fatmah
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.570

Abstract

Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja adalah tindakan ancaman yang sangat serius. Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja memiliki dampak negatif pada pelaku dan korban. Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan remaja. Selain itu remaja yang kerap menjadi korban Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) berpotensi menjadi pelaku Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) berikutnya. Oleh karena itu, sejak sekarang harus dilakukan pencegahan Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) kepada remaja. Pencegahan Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja dapat dilakukan antara lain dengan memberikan pendidikan seksual sejak sekarang pada remaja, komunikasi intens dengan remaja, menanamkan keberanian dan kemandirian pada remaja, meningkatkan pengawasan pada remaja, serta memberikan pemahaman tentang dampak Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja. Pentingnya memberikan pendidikan seksual sejak dini pada remaja tidak bisa diabaikan. Misalnya, dengan mengajarkan remaja-remaja mengenai batasan-batasan tubuh dan memberi tahu mereka bahwa tidak ada yang boleh menyentuh tubuh mereka tanpa izin. Komunikasi intens antara orang tua dan anak juga sangat penting. Orang tua perlu menciptakan lingkungan di mana anak merasa nyaman untuk berbicara tentang segala hal, termasuk masalah seksual. Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk melaporkan jika ada yang mencoba melakukan Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada mereka.Menanamkan keberanian dan kemandirian pada remaja juga merupakan hal yang esensial. Contohnya, dengan mengajari remaja-remaja untuk mengatakan "tidak" dan meminta bantuan jika mereka merasa tidak nyaman dengan situasi tertentu. Meningkatkan pengawasan terhadap anak juga merupakan langkah yang sangat penting. Orang tua perlu memastikan bahwa anak selalu dalam pengawasan yang baik, terutama di lingkungan yang berisiko. Selain itu, memberikan pemahaman yang jelas tentang dampak Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja dapat membantu mereka memahami pentingnya melindungi diri mereka sendiri. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Kekerasan seksual dan Perundungan (Bullying) pada remaja dapat diminimalkan dan remaja-remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan aman dan sehat.