This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESTORASI MANGROVE BERBASIS CBEMR UNTUK KONSERVASI EKOSISTEM DAN KETANGGUHAN PESISIR DI DESA KARANGBENDA, CILACAP Anisa Fatmawati; Naufa Helmi Nur Johim
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3374

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Restorasi Mangrove Berbasis Masyarakat dilaksanakan di Desa Karangbenda,  Kabupaten Cilacap, sebagai upaya konservasi ekosistem pesisir dan peningkatan ketangguhan terhadap bencana pesisir. Kegiatan ini diselenggarakan pada 30 September 2025 dan melibatkan 60 peserta. Selama pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran mangrove dalam perlindungan wilayah pesisir. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan keterlibatan langsung dalam kegiatan penanaman mangrove. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Ecological Mangrove Restoration (CBEMR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan restorasi, mulai dari perencanaan, penanaman, hingga pemantauan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan edukasi lingkungan, survei lapangan, penanaman Rhizophora mucronata, serta evaluasi dan pemeliharaan kawasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran ekologis masyarakat, terbentuknya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, perusahaan, dan komunitas lokal, serta aksi nyata penanaman 200 bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Selok. Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan tumbuhnya sinergi dalam mendukung upaya konservasi pesisir secara berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat juga memperlihatkan adanya penguatan rasa memiliki terhadap ekosistem mangrove yang direstorasi. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pemulihan fungsi ekologis pesisir, termasuk perlindungan pantai dari abrasi dan peningkatan potensi penyerapan karbon biru. Selain itu, program ini turut memperkuat kapasitas sosial-ekologis masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan restorasi berbasis komunitas efektif dalam mendorong konservasi berkelanjutan dan dapat dijadikan model penerapan di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.