This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN SEHAT BUNGA TELANG DAN LEMON (BLUEMOON) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI DESA SUMBERKALONG Azzahra Aulia Hanifah Rahmah; Bintang Arif Kusuma; Valianty Anastasya Hidayat; Irviantika Anugerah; Vanya Naureen Bilrizq; Oktavia Dwi Ramadhani; Naswah Irodatun Roysiyah; Nabila Meyrisca Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3647

Abstract

Kasus diabetes melitus terus meningkat secara global maupun nasional dan berkaitan erat dengan gaya hidup yang tidak sehat, sehingga upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat menjadi sangat penting. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan oleh Kelompok Fizzel UKM Lentera Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember di Desa Sumberkalong sebagai respons terhadap tingginya risiko diabetes di masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman warga mengenai diabetes melitus dan mengenalkan infused water BLUEMOON berbahan bunga telang dan lemon sebagai alternatif pencegahan alami. Metode kegiatan meliputi pre-test untuk menilai pengetahuan awal, penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, emo demo pembuatan infused water, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat, terutama pada kemampuan mengenali gejala diabetes yang naik dari 40% menjadi 93,3%, serta pemahaman terkait inovasi pencegahan alami yang meningkat dari 46,7% menjadi 100%. Selain itu, pendekatan praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami cara pembuatan BLUEMOON sebagai pilihan minuman sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong perilaku pencegahan. Kegiatan semacam ini perlu diperluas ke wilayah lain agar inovasi lokal yang mudah diterapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas dalam upaya pengendalian diabetes melitus.