Djoko Pitoyo
Faculty of Engineering, Universitas Sangga Buana, Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Subsurface Dam sebagai Sistem Tampungan Air Tanah pada Endapan Aluvial Tukad Ketes, Desa Bunutan, Karangasem, Bali Anwar Makmur; Djoko Pitoyo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 3 (2026): Juli
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i3.616

Abstract

Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali Timur, mengalami keterbatasan air bersih pada musim kemarau akibat kondisi geologi berbatu, curah hujan rendah, debit airtanah terbatas, serta meningkatnya kebutuhan air domestik, irigasi, dan pariwisata. Pemompaan airtanah pada endapan aluvial pantai juga berpotensi meningkatkan risiko intrusi air laut, karena lapisan airtawar relatif tipis. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penerapan subsurface dam sebagai sistem konservasi dan penyimpanan airtanah pada endapan aluvial Tukad Ketes. Metode penelitian adalah deskriptif-kuantitatif berbasis studi kasus melalui analisis kondisi geologi, hidrogeologi, hidrologi, karakteristik akuifer aluvial, serta estimasi kapasitas tampungan airtanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembah Tukad Ketes tersusun atas endapan aluvial berupa pasir, kerikil, kerakal, dan bongkah dengan ketebalan sekitar 30–35 m, sehingga berpotensi sebagai reservoir bawah tanah. Nilai permeabilitas endapan aluvial berkisar 10?²–10?? cm/det, sedangkan batuan dasar breksi vulkanik memiliki permeabilitas lebih rendah dan berperan sebagai lapisan kedap alami. Dengan asumsi panjang reservoir 1.000 m, lebar efektif 700 m, kedalaman cutoff wall 40 m, dan porositas efektif 10%, diperoleh potensi tampungan air teoritis sekitar 2,8 juta m³. Hasil analisis menunjukkan subsurface dam di Tukad Ketes layak dikembangkan sebagai alternatif penyediaan air baku, peningkatan cadangan airtanah, dan pengurangan risiko intrusi air laut di kawasan Bunutan.