Aida Rosita Tantri
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RSPUN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Opioid-Free Anesthesia yang Menjanjikan Aida Rosita Tantri
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 42 No 2 (2024): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v42i2.412

Abstract

Anestesia tanpa opioid (ATO) semakin populer sebagai strategi manajemen anestesi multimodal yang menghindari penggunaan opioid. ATO bertujuan mengurangi efek samping opioid, seperti mual muntah pascabedah, gangguan motilitas gastrointestinal, ketergantungan fisik, dan hiperalgesia. Konsep analgesia multimodal menggunakan kombinasi analgesik dari berbagai kelas dan teknik anestesi regional untuk optimalisasi nyeri. Agen non-opioid dalam ATO meliputi ketamin, lidokain, magnesium sulfat, NSAID, deksametason, serta agonis alfa-2 seperti dexmedetomidine dan klonidin. Pemilihan obat, dosis, dan cara pemberian disesuaikan untuk menghindari efek samping. Lidokain efektif mengurangi nyeri pascabedah, mempercepat rehabilitasi, dan mempersingkat masa rawat inap. Magnesium sulfat mengurangi variabilitas detak jantung dan hemodinamik intraoperatif. NSAID dan deksametason mengurangi penggunaan opioid dan insiden PONV. Dexmedetomidine memberikan efek sedasi dan analgesik dengan stabilitas hemodinamik, meskipun memiliki risiko hipotensi dan bradikardia. Penelitian menunjukkan kombinasi dexmedetomidine dengan analgesik lain dalam ATO memberikan analgesia yang baik dan menurunkan risiko PONV. ATO diharapkan semakin direkomendasikan di masa depan dengan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan regimen anestesi yang aman dan efektif.