Ardian Pratiaksa
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, RSUD Waras - Wiris, Boyolali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modified Retrograde Intubation Sebagai Alternatif Manajemen Jalan Napas Sulit pada Kondisi Terbatas: Sebuah Laporan Kasus Mohammad Rizky Ariesto; Ardian Pratiaksa
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 44 No 2 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v44i2.495

Abstract

Pendahuluan: Manajemen jalan napas sulit merupakan tantangan penting dalam praktik anestesiologi dan kegawatdaruratan karena kegagalannya dapat menyebabkan hipoksemia, henti jantung, hingga kematian. Meskipun berbagai algoritma seperti Difficult Airway Society (DAS) algorithm telah dikembangkan, keterbatasan sarana di fasilitas tertentu menuntut penggunaan teknik alternatif, salah satunya adalah retrograde intubation.Deskripsi Kasus: Seorang pria berusia 60 tahun dengan obesitas (IMT 32 kg/m²), riwayat stroke non-hemoragik, diabetes melitus, dan hipertensi dirawat di ICU dengan penurunan kesadaran (GCS E1V2M2). Pasien memerlukan intubasi endotrakeal karena risiko proteksi jalan napas yang buruk. Upaya intubasi menggunakan direct laryngoscope dilakukan sebanyak enam kali namun gagal, disertai edema laring dengan skor Cormack–Lehane derajat III. Tidak tersedianya Supraglottic Airway Device (SAD) serta kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk dibangunkan menjadi pertimbangan dilakukannya retrograde intubation. Prosedur dilakukan melalui membran krikotiroid menggunakan kateter IV 16G dan kawat Central Venous Catheter sebagai guidewire. Endotracheal tube dengan stilet berhasil dimasukkan setelah dilakukan modifikasi panjang tabung. Jalan napas pasien berhasil diamankan dan oksigenasi dapat dipertahankan dengan baik.Simpulan: Retrograde intubation merupakan teknik yang efektif dan layak dipertimbangkan sebagai alternatif manajemen jalan napas sulit ketika direct laryngoscopy gagal, terutama pada fasilitas dengan keterbatasan sarana.