Ferdic Sukma Wahyudin
Universitas Pertahanan RI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Desa Sehat Tanpa Rokok: Edukasi Bahaya Merokok Bagi Masyarakat Musaidah Musaidah; Rahmat Pannyiwi; Serly Sani Mahoklory; Ferdic Sukma Wahyudin
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.935

Abstract

Smoking remains a serious health problem in rural communities. High cigarette consumption increases the risk of non-communicable diseases, respiratory disorders, and places a financial burden on families. This community service activity aims to increase community knowledge and awareness of the dangers of smoking through the "Healthy Village Movement Without Smoking" program. Methods used include health education, group discussions, visual demonstrations, the formation of anti-smoking cadres, and the declaration of smoke-free areas within the village. The results of this activity indicate increased community knowledge, changes in attitudes toward the dangers of smoking, and a shared commitment to reducing smoking. This program is expected to develop into an independent and sustainable healthy village movement.
Membangun Sumber Daya Manusia Yang Sehat Dan Produktif Melalui Program Edukasi Kesehatan Di Universitas Pertahanan RI Ferdic Sukma Wahyudin; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1431

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung kemajuan bangsa dan ketahanan nasional. Namun, berbagai permasalahan kesehatan seperti pola makan yang kurang seimbang, aktivitas fisik yang rendah, gangguan tidur, stres akademik, serta rendahnya literasi kesehatan masih sering dijumpai pada mahasiswa. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap prestasi akademik, produktivitas, serta kualitas hidup. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai perilaku hidup sehat, gizi seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental, pencegahan penyakit, serta membangun komitmen dalam menerapkan gaya hidup sehat guna meningkatkan produktivitas di lingkungan Universitas Pertahanan RI. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 di Universitas Pertahanan RI dengan melibatkan 50 peserta. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi praktik hidup sehat, tanya jawab, pembagian booklet edukasi, post-test, dan evaluasi kepuasan peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil:. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 93,6 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta memahami konsep SDM sehat dan produktif, 94,0% memahami pentingnya gizi seimbang, 92,0% memahami manfaat aktivitas fisik secara teratur, 90,0% memahami strategi manajemen stres, 94,0% berkomitmen menerapkan gaya hidup sehat, dan 98,0% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat. Kesimpulan: Program edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen peserta dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing di lingkungan perguruan tinggi.
Peningkatan Kesiapan Tenaga Kesehatan Desa Dalam Mendukung Program Pemberantasan TBC, Pencegahan Stunting, Dan Makan Bergizi Gratis Di Desa Cipayung Megamendung Kabupaten Bogor: Enhancing the Readiness of Village Health Workers to Support TB Eradication, Stunting Prevention, and Free Nutritious Meal Programs in Cipayung Village, Megamendung, Bogor Regency Ferdic Sukma Wahyudin; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1638

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC), stunting, dan masalah pemenuhan gizi merupakan isu kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan. Tenaga kesehatan desa memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya promotif, preventif, deteksi dini, pemantauan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat desa membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan dalam memahami sasaran program, melakukan identifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan pemantauan, serta membangun koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan desa diperlukan agar pelaksanaan program pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan secara optimal. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tenaga kesehatan desa dalam mendukung program pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan Makan Bergizi Gratis di Desa Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 16 Juli 2026 di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Peserta kegiatan terdiri atas tenaga kesehatan desa dan kader kesehatan sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, identifikasi permasalahan, pelatihan, studi kasus, simulasi alur pemantauan, dan evaluasi pretest–posttest. Materi mencakup konsep dasar TBC dan deteksi dini, pencegahan dan pemantauan stunting, prinsip gizi seimbang, dukungan terhadap pelaksanaan MBG, komunikasi edukatif, pencatatan, pelaporan, dan koordinasi lintas sektor. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesiapan peserta dalam mendukung ketiga program. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,4 pada pretest menjadi 88,1 pada posttest. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai identifikasi faktor risiko TBC, pentingnya penemuan kasus secara dini dan dukungan terhadap pengobatan, pemantauan pertumbuhan anak, pencegahan stunting melalui intervensi gizi dan kesehatan, serta peran tenaga kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan MBG. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan edukasi masyarakat, mengidentifikasi masalah di tingkat desa, dan menentukan tindak lanjut berdasarkan permasalahan yang ditemukan. Kesimpulan: Peningkatan kapasitas melalui edukasi, pelatihan, diskusi, dan pendampingan dapat meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan desa dalam mendukung pemberantasan TBC, pencegahan stunting, dan program Makan Bergizi Gratis. Penguatan koordinasi, pemantauan, pencatatan, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program di tingkat desa.