Fakhrul Rizal
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Puasa Preoperatif Terhadap Perubahan Status Hemodinamik Pada Pasien Operasi Elektif di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh Cut Raihan Niljannah; M. Syakir Marzuki; Fakhrul Rizal
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.616

Abstract

Puasa preoperatif merupakan suatu prosedur pada pasien yang akan menjalani pembedahan atau operasi, pasien dilarang untuk makan dan minum dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk mencegah resiko aspirasi selama tindakan anestesi. Meskipun demikian, puasa preoperatif juga memberikan dampak pada status hemodinamik pasien, yang mana kondisi keseimbangan tekanan darah, detak jantung dan aliran darah memiliki pengaruh terhadap keberhasilan operasi dan pemulihan pasca operatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait ada tidaknya pengaruh puasa preoperatif terhadap status hemodinamik pada pasien operasi elektif di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnanti Banda Aceh dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden operasi elektif berusia 36-45 tahun (37,5%) dan berjenis kelamin laki-laki 41 orang (51,25%) serta status ASA (American Society of Association) II 78 orang (97,5%). Hasil statistik menunjukkan adanya peningkatan signfikan pada tekanan darah sistolik dan MAP (Mean Arterial Pressure) serta penurunan pada laju pernapasan setelah berpuasa (P<0.05). Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada tekanan darah diastolik dan freskuensi nadi (p> 0,05) sebelum dan sesudah puasa preoperatif. Puasa Preoperatif mempengaruhi sebagian parameter status hemodinamik pada pasien yang menjalani operasi elektif di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh.
Gambaran Tingkat Resiko Malnutrisi Pasien Lansia di Panti Jompo Ulee Kareng Banda Aceh Dengan Mini Nutritional Assesment (MNA) Viska Salsabila; Elmiyati; Fakhrul Rizal
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.757

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Lansia membutuhkan perhatian lebih karena terdapat hubungan yang erat antara kualitas makanan dan kesehatan mereka secara keseluruhan. Gizi yang buruk dapat menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif. Mini Nutritional Assessment  (MNA) merupakan metode untuk mengevaluasi status gizi lansia. Status nutrisi mencerminkan kondisi tubuh yang dipengaruhi oleh asupan makanan dan pemanfaatan zat gizi. Tujuan pada penelitian ini untuk untuk mengetahui gambaran tingkat malnutrisi pada lansia di panti jompo Ulee Kareng dengan mini nutritional assessment (MNA) di kota Banda Aceh tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 53 lansia di panti jompo Ulee Kareng. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis univariat menunjukkan distribusi frekuensi lansia kategori jenis kelamin paling banyak adalah perempuan 43 orang (81%), kategori usia paling banyak adalah 56-65 tahun 26 orang (49%), kategori IMT paling banyak ditemukan yang memiliki IMT 21 hingga kurang dari 23 dan IMT 23 atau lebih besar masing-masing sebanyak 16 orang (30%), status gizi paling banyak ditemukan beresiko mengalami malnutrisi sebanyak 26 orang (49%), dengan tingkat malnutrisi berada di kategori “kekurangan”. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti; penurunan nafsu makan, kurangnya semangat, atau kerusakan gigi pada lansia.