Rizkidawati
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Ekstrak Etanol Rhizophora Apiculata Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro Fitrah Rizqi Qaedi Papilaya; Isfanda; Rizkidawati
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.618

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus termasuk dalam bakteri Gram positif yang sering dijumpai pada infeksi kulit, saluran pernapasan, hingga infeksi sistemik berat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berisiko menimbulkan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami yang potensial seperti tanaman bakau Rhizophora apiculata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas ekstrak etanol buah dan akar Rhizophora apiculata dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) melalui metode difusi cakram, yang dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Syiah Kuala serta Fundament Lab Sains Aceh Besar.. Sampel terdiri dari ekstrak akar dan buah dengan konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%, serta kontrol positif (Vancomycin) dan negatif (akuades steril). Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak mampu menghasilkan zona hambat, dengan akar memiliki rata-rata daya hambat lebih besar dibanding buah. Hasil uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol akar dan buah Rhizophora apiculata memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan S. aureus, serta menunjukkan potensi sebagai kandidat antibakteri alami.
Karakteristik Stroke Usia Muda di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Banda Aceh Nisaul Azkia; Rizkidawati; Khattab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.663

Abstract

Stroke adalah gangguan peredaran darah otak non traumatik yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang cepat dan progresif. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala secara mendadak, seperti kelumpuhan sisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar dan tidak jelas, gangguan pada penglihatan, serta penurunan kesadaran. Stroke dapat terjadi dikarenakan adanya kelumpuhan saraf atau deficit neurologic karena terganggunya aliran darah pada bagian tertentu di otak. Ada dua kategori utama stroke, yaitu hemoragik dan iskemik. Stroke hemoragik disebabkan karena pecahnya pembuluh darah. Sebaliknya, stroke iskemik disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah, sehingga menghalangi aliran darah ke otak. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui dan memahami karakterikstik stroke usia muda di RSUD Meuraxa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang mengalami stroke pada usia muda. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil uji univariat menunjukkan distribusi frekuensi Stroke pada usia muda berdasarkan usia paling banyak adalah usia 45 tahun sebanyak 10 orang (26,3%), jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 22 orang (58%), jenis stroke paling banyak adalah stroke iskemik sebanyak 29 orang (76%) dan riwayat penyakit paling banyak adalah riwayat penyakit kardiovaskular (Aritmia, PJK dan hipertensi) sebanyak 16 orang (42%).