Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Regional Financial Independence and Population Size on Regional Production Capacity and Community Welfare in West Kalimantan Province Desmi Sutami; Rosyadi Rosyadi; Erni Panca Kurniasih
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i12.2123

Abstract

This study examines the influence of regional financial independence and population quantity on regional production capacity and community welfare in West Kalimantan Province. Using a quantitative approach with Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), panel data from 14 districts/cities during the 2015–2024 period were analyzed. Regional financial independence was measured through the degree of fiscal decentralization, degree of regional dependence, and ratio of fiscal independence. Population quantity was assessed using population density, labor force participation rate, and dependency ratio. Regional production capacity was represented by Gross Regional Domestic Product (GDP), while community welfare was measured by the Human Development Index (HDI). The results indicate that regional financial independence significantly affects both regional production capacity (t-stat = 2.163, p = 0.031) and community welfare (t-stat = 13.019, p = 0.000). Population quantity also shows significant effects on production capacity (t-stat = 2.989, p = 0.003) and welfare (t-stat = 3.923, p = 0.000). Furthermore, regional production capacity significantly influences community welfare (t-stat = 2.154, p = 0.031). The mediation analysis reveals that production capacity successfully mediates the relationship between population quantity and community welfare (t-stat = 2.668, p = 0.008), but does not mediate the relationship between regional financial independence and welfare (t-stat = 1.738, p = 0.082). The model demonstrates strong predictive relevance with an R-square value of 81.0% for community welfare and a Q-square value of 89.9%. These findings emphasize that strengthening fiscal independence and optimizing demographic potential through enhanced production capacity are crucial strategies for improving community welfare in West Kalimantan Province.
Pengaruh Belanja Pemerintah, Investasi, Upah Minimum, dan Rata-Rata Lama Sekolah terhadap Pengangguran dan Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Rahwan Yurizal; Rosyadi Rosyadi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.20563

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja pemerintah, investasi, upah minimum, dan rata-rata lama sekolah terhadap pengangguran dan kemiskinan serta menguji peran pengangguran sebagai variabel mediasi di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel periode 2021–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Keuangan, dan instansi pemerintah terkait. Analisis dilakukan melalui regresi data panel dengan tahapan Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, serta analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pemerintah dan upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran, sedangkan rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan. Investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran maupun kemiskinan. Belanja pemerintah berpengaruh positif terhadap kemiskinan, sementara upah minimum dan rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan. Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan serta memediasi pengaruh belanja pemerintah, upah minimum, dan rata-rata lama sekolah terhadap kemiskinan.
Pengaruh Foreign Direct Investment, Ekspor, dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Liliek Kusumawardhani; Rosyadi Rosyadi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.20564

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI), ekspor, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan, serta menguji peran pertumbuhan ekonomi sebagai variabel mediasi pada 34 provinsi di Indonesia selama 2021–2025. Penelitian menggunakan data panel seimbang dengan 170 observasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Investasi/BKPM. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Analisis jalur digunakan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung, sedangkan Uji Sobel digunakan untuk menguji efek mediasi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan model yang paling sesuai. FDI dan ekspor berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif signifikan. Terhadap ketimpangan pendapatan, FDI berpengaruh positif signifikan, sementara ekspor, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan dengan arah yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi tidak memediasi pengaruh FDI, ekspor, dan tenaga kerja terhadap ketimpangan pendapatan. Temuan ini menunjukkan perlunya kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pemerataan investasi, produktivitas tenaga kerja, dan distribusi pendapatan antarwilayah.