Christian theology faces serious challenges in responding to increasingly complex human rights issues in modern societies characterised by pluralistic values, technological developments and the dynamics of globalisation. The discourse on human rights is often understood as a product of secular thought, giving rise to conceptual tensions between theological principles and the universal normative framework that has developed in modern society. These tensions require Christian theology to engage in critical reflection in order to remain relevant, contextual, and transformative without losing its integrity of faith and doctrinal foundations. The phenomenon of structural, systemic, and covert human rights violations indicates a crisis of understanding about human dignity in contemporary social life. This study aims to analyse how contextual Christian theology can provide reflective and critical contributions in responding to human rights challenges in modern society. The research method used is a qualitative approach through literature study, which concludes that contextual theology functions as an integrative hermeneutical framework in responding to human rights issues theologically and practically. The concept of imago Dei provides a normative foundation for understanding human dignity as an inherent value that demands protection and justice. Structural and systematic human rights challenges demand critical reflection of faith on power relations and social injustice. Within this framework, the church is positioned as a moral and social agent called to carry out human rights advocacy in a contextual, transformative manner oriented towards restoring human dignity.AbstrakTeologi Kristen dihadapkan pada tantangan serius dalam merespons persoalan hak asasi manusia yang semakin kompleks di tengah masyarakat modern yang ditandai oleh pluralitas nilai, perkembangan teknologi, dan dinamika globalisasi. Diskursus hak asasi manusia sering kali dipahami sebagai produk pemikiran sekuler, sehingga memunculkan ketegangan konseptual antara prinsip-prinsip teologis dan kerangka normatif universal yang berkembang dalam masyarakat modern. Ketegangan ini menuntut teologi Kristen untuk melakukan refleksi kritis agar tetap relevan, kontekstual, dan transformatif tanpa kehilangan integritas iman dan fondasi doktrinalnya. Fenomena pelanggaran hak asasi manusia yang bersifat struktural, sistemik, dan terselubung menunjukkan adanya krisis pemahaman tentang martabat manusia dalam kehidupan sosial kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teologi kontekstual Kristen dapat memberikan kontribusi reflektif dan kritis dalam merespons tantangan hak asasi manusia di masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa teologi kontekstual berfungsi sebagai kerangka hermeneutik yang integratif dalam merespons isu hak asasi manusia secara teologis dan praksis. Konsep imago Dei memberikan fondasi normatif bagi pemahaman martabat manusia sebagai nilai inheren yang menuntut perlindungan dan keadilan. Tantangan hak asasi manusia yang bersifat struktural dan sistematis menuntut refleksi iman yang kritis terhadap relasi kuasa dan ketidakadilan sosial. Dalam kerangka tersebut, gereja diposisikan sebagai agen moral dan sosial yang terpanggil menjalankan advokasi hak asasi manusia secara kontekstual, transformatif, dan berorientasi pada pemulihan martabat manusia.