Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profile of neonatal Thyroid Stimulating Hormone (TSH) levels in a Congenital Hypothyroidism Screening Program Mardhah Sastri Utami; Resva Meinisasti
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.2028

Abstract

Congenital hypothyroidism is an endocrine disorder in newborns characterized by thyroid hormone deficiency, which can lead to impaired growth and permanent neurological developmental disorders if not detected and treated early. Congenital hypothyroidism screening through the measurement of neonatal Thyroid Stimulating Hormone (TSH) levels is an important strategy for early detection to prevent these long-term consequences. This study aimed to describe the profile of neonatal TSH levels in the implementation of a congenital hypothyroidism screening program at a private hospital. This study employed a descriptive design with a retrospective approach. The data used were secondary data in the form of neonatal TSH examination results obtained from laboratory records during the period of April–July 2024. The sampling technique used was total sampling, including all data that met the inclusion criteria, with a total sample of 175 newborns. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe the distribution of neonatal TSH levels based on the reference values for congenital hypothyroidism screening. The results showed that all neonatal TSH levels were within the normal reference range, with values ranging from 2 to 12 µIU/mL. No neonatal TSH levels ≥20 µIU/mL were found that would indicate suspicion of congenital hypothyroidism. These findings indicate that there were no signs of thyroid dysfunction among the newborns screened during the study period. The implications of this study confirm that the congenital hypothyroidism screening program has been implemented effectively as an early detection effort. Therefore, routine neonatal TSH screening should be maintained to prevent delayed diagnosis and to support optimal growth and development in infants.
Identifikasi Tungau Debu Rumah (Dermatophagoides sp.) dan Faktor yang Berhubungan pada Debu Kasur Rumah Tangga Mardhah Sastri Utami; Milhatun Nufus
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Medical Laboratory Technology Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v15i1.5666

Abstract

Alergi dapat berkaitan dengan pajanan alergen dalam ruang, salah satunya tungau debu rumah (TDR) yang banyak ditemukan pada debu kasur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan Dermatophagoides sp. serta menganalisis faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan keberadaannya pada debu kasur rumah tangga di Jakarta Utara. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 sampel debu kasur yang diambil pada April–Mei 2025. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran suhu, kelembapan, luas ventilasi, serta pemeriksaan debu kasur menggunakan metode flotasi NaCl jenuh 33% dan identifikasi mikroskopis. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square Pearson, sedangkan Fisher’s Exact Test digunakan pada tabel 2×2 dengan expected count <5. Hasil menunjukkan 13 sampel (13%) positif TDR dan 87 sampel (87%) negatif. Variabel yang berhubungan bermakna dengan keberadaan TDR adalah suhu dan kelembapan (χ²=48,828; p<0,001), kebersihan individu (p<0,001), kebersihan kamar tidur (χ²=81,432; p<0,001), kebersihan kasur (χ²=28,884; p<0,001), keberadaan hewan peliharaan (χ²=30,338; p<0,001), dan luas ventilasi (χ²=74,614; p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan TDR berkaitan dengan kondisi lingkungan kamar tidur dan perilaku kebersihan rumah tangga.
Leisure Tourism sebagai Mekanisme Biopsikososial dalam Promosi Kesehatan Mental: Kajian Konseptual Global dengan Ilustrasi Indonesia Bagaskoro Rasyid Wicaksono; Mardhah Sastri Utami
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12041

Abstract

Kajian pariwisata semakin menempatkan kesejahteraan sebagai luaran penting, tetapi hubungan antara leisure tourism dan promosi kesehatan mental masih terfragmentasi antara literatur restorasi psikologis, wellness tourism, dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana leisure tourism bekerja melalui jalur biologis, psikologis, dan sosial; mengidentifikasi mediator serta kondisi batasnya; dan membangun model Biopsychosocial Leisure Tourism Mechanism (BLTM). Penelitian menggunakan studi literatur sistematis pada tahap pencarian dan seleksi, serta pendekatan integrative review pada tahap sintesis karena bukti yang relevan mencakup studi konseptual, kuantitatif, eksperimental, dan tinjauan sistematis yang heterogen. Penelusuran publikasi 2021–2025 melalui Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan penelusuran manual Jurnal ALTASIA menghasilkan 56 rekaman; setelah deduplikasi dan screening, 14 artikel dianalisis. Hasil menunjukkan tiga bentuk paparan khas perjalanan, yaitu pelepasan peran dan otonomi waktu, imersi sensorik, serta rekonfigurasi sosial. Paparan tersebut mengaktifkan penurunan respons stres dan pemulihan fisik, restorasi atensi, regulasi emosi, flow dan pembentukan makna, serta keterhubungan sosial dan afirmasi identitas. Manfaatnya dipengaruhi kualitas restoratif destinasi, keamanan, kepadatan, biaya, dan aksesibilitas. Keterbatasan kajian terletak pada pembatasan artikel open access ber-DOI, heterogenitas desain, dan tidak dilakukannya meta-analisis. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan desain longitudinal atau kuasi-eksperimental, indikator biologis objektif, screening independen, dan analisis pemerataan akses.