Rani Nur Rochim
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Sumber Daya Manusia Pertanian dalam Penguatan Kemandirian Pangan Menuju Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul Rani Nur Rochim; Sri Peni Wastutiningsih; Esy Rehmalemta Br Pelawi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.334

Abstract

Tujuan kedaulatan pangan Indonesia merupakan integral dari pembangunan nasional dan memerlukan pemetaan desa rawan pangan berbasis Indeks Ketahanan Pangan (IKP) oleh pemerintah dengan partisipasi masyarakat luas. Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul memiliki IKP terendah pada 2021 (Badan Ketahanan Pangan), serta desa rawan pangan hingga 2020 (Bappeda DIY), meskipun prevalensi ketidakcukupan pangan turun menjadi 9,27% pada 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian sebagai ujung tombak kedaulatan pangan di Kabupaten Bantul (IKP terendah DIY), melalui: (1) identifikasi SDM pertanian, (2) identifikasi fungsi kelompok pertanian, (3) identifikasi faktor, dan (4) model sinergitas petani-pemerintah-swasta. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme kritis. Lokasi dari penelitian ini di Kabupaten Bantul dengan informan 3 petani, 5 penyuluh pertanian, 2 pemerintah kelurahan, serta 4 pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran SDM pertanian diwujudkan melalui kelompok tani dengan tiga jenis peran: pasif, aktif, dan partisipatif. Peran pasif terjadi ketika anggota memilih diam dan memberikan kesempatan kepada anggota lain, peran aktif diwujudkan melalui peran pengurus kelompok yang bertanggungjawab penuh atas organisasi dan pencapaian kedaulatan pangan, serta peran partisipatif diwujudkan melalui keikutsertaan anggota dalam kegiatan dan pengambilan keputusan. Faktor pendukung peran aktif dan partisipatif dalam kelompok mencakup intensitas pelatihan, pendampingan, penghargaan, motivasi, komitmen, serta modal sosial dalam kelompok. Sinergi dari petani, pemerintah, dan swasta juga terbukti esensial untuk memperkuat kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan di Kabupaten Bantul.