Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinants of Audit Quality in the Public Sector Sangkot Khadijah; Yusnita Nasution; Dewi Husnainy; Gina Ariesta Gobel; Dito Aditia Darma Nasution
International Journal of Management, Economic and Accounting Vol. 3 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit quality plays a vital role in strengthening accountability and improving financial governance in the public sector. High-quality audits are essential to ensure transparency, reliability of financial information, and public trust in government institutions. However, studies examining audit quality in the public sector, particularly in Indonesia, remain relatively limited compared to the extensive body of research focusing on the private sector. This study aims to systematically review and synthesize the existing literature related to the determinants of audit quality in the public sector. The research method employed is a literature review of national and international scholarly articles published between 2017 and 2021. The review results indicate that public sector audit quality is influenced by several key factors, including auditor competence and independence, professional skepticism, compliance with auditing standards and professional ethics, auditor motivation, and time budget pressure. In addition, the work environment and limitations in resources, which are commonly encountered in public sector institutions, also significantly affect audit quality. Furthermore, the unique characteristics of the public sector, such as regulatory complexity and public accountability demands, influence both the conceptualization and measurement of audit quality. This study is expected to provide a theoretical foundation for the development of a conceptual framework for public sector audit quality and to contribute to improving audit practices, governance, and accountability in public financial management.
EVALUASI PENERIMAAN RETRIBUSI SAMPAH UNIT USAHA DALAM MENINGKATKAN PAD PENERIMAAN KOTA MEDAN (STUDI KASUS KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN) Yusnita Nasution; vina Arnita; Anggi Pratama Nasution
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Akuntansi Medan
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i2.9405

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerimaan retribusi sampah unit usaha dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Perjuangan. Retribusi sampah merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang berkaitan dengan pelayanan publik di bidang kebersihan dan pengelolaan sampah. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala yang memengaruhi optimalisasi penerimaan retribusi tersebut. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan melihat pertumbuhan penerimaan retribusi sampah unit usaha selama tahun 2023–2025 serta kontribusinya terhadap PAD Kota Medan. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan retribusi sampah unit usaha di Kecamatan Medan Perjuangan mengalami fluktuasi selama tahun 2023–2025. Penerimaan retribusi pada tahun 2023 sebesar Rp406.920.000, kemudian menurun menjadi Rp342.552.000 pada tahun 2024, dan kembali mengalami penurunan menjadi Rp340.716.000 pada tahun 2025. Pertumbuhan penerimaan menunjukkan tren negatif dengan penurunan sebesar 15,82% pada tahun 2024 dan 0,54% pada tahun 2025. Kontribusi retribusi sampah unit usaha terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan tergolong sangat rendah, yaitu sebesar 0,0182% pada tahun 2023, 0,0124% pada tahun 2024, dan 0,0111% pada tahun 2025. Berdasarkan hasil wawancara, pengelolaan retribusi sampah di Kecamatan Medan Perjuangan telah berjalan cukup baik melalui kegiatan pendataan wajib retribusi, penagihan secara langsung oleh petugas, dan pelayanan pengangkutan sampah yang dilakukan secara rutin. Sebagian besar wajib retribusi melakukan pembayaran secara teratur karena pelayanan kebersihan yang diberikan dinilai cukup baik dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan usaha. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterlambatan pengangkutan sampah pada waktu tertentu, belum optimalnya pendataan terhadap unit usaha baru, serta keterbatasan armada pengangkut sampah yang dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kebersihan dan optimalisasi penerimaan retribusi. Kesimpulan: Pengelolaan retribusi sampah unit usaha di Kecamatan Medan Perjuangan telah berjalan cukup baik dalam mendukung pelayanan kebersihan daerah, namun kontribusinya terhadap PAD Kota Medan masih sangat kecil. Untuk meningkatkan penerimaan retribusi,