Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PREDIKTOR KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN: IMPLIKASI KLINIS TERHADAP INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) PADA PASIEN HEMODIALISIS Amelia Astiawaty; Ira Oktavia; Treesia Sujana
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan terhadap pembatasan asupan cairan merupakan aspek fundamental dan krusial dalam menentukan keberhasilan klinis terapi hemodialisis (HD). Dukungan keluarga teridentifikasi sebagai salah satu faktor psikososial utama yang secara signifikan dapat memengaruhi adherensi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan pembatasan cairan pada populasi pasien hemodialisis di Instalasi Dialisis RS Unggul Karsa Medika. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dimana sampel diambil dengan teknik total sampling dengan jumlah 40 pasien hemodialisis yang memenuhi kriteria inklusi. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner PSS-Fa yang telah dimodifikasi,sementara kepatuhan dinilai secara objektif melalui parameter Interdialytic Weight Gain (IDWG), yaitu rata-rata peningkatan berat badan selama tiga sesi HD terakhir. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisa data memperlihatkan bahwa mayoritas responden terdistribusi pada kategori dukungan keluarga sedang, sementara tingkat kepatuhan menunjukkan variasi yang signifikan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan moderat antara dukungan keluarga dan kepatuhan pembatasan cairan (r = 0,442; p = 0,004). Penelitian ini menyimpulkan dukungan keluarga memiliki asosiasi yang moderat dan signifikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien hemodialisis. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengimplementasikan intervensi yang berfokus pada keluarga (family-centered interventions) guna meningkatkan kepatuhan pasien HD secara berkelanjutan
A Structural Equation Model of Quality-of-Life Determinants Treesia Sujana; Yunus Adhy Prasetyo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2088

Abstract

Hypertension is a growing global health challenge, affecting about 51.3 million adults in Indonesia as of 2019. In urban areas like Babakan Ciparay, Bandung, it remains a leading cause of mortality among the elderly. Despite its prevalence, effective management of hypertension and its impact on quality of life (QoL) in this demographic are not well understood. This study examines the relationships between demographic factors (age, gender), clinical status (hypertension stage), and behavioral components (physical activity, self-management) in predicting the QoL of elderly hypertension patients. A quantitative cross-sectional study was conducted with 62 elderly participants at the Caringin Community Health Elderly Clinic in Bandung. Data were collected using the Physical Activities Scale for Elderly (PASE), Hypertension Self-Management Behavior (HSMBQ) and SF36 Quality of Life questionnaires, all of which exhibited strong reliability, with coefficients generally surpassing 0,70 across various international and Indonesian pilot tests. Additionally, the instruments demonstrated robust validity through consistent item-total correlation scores and convergent validity values ≥ 0,4. Analysis was performed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and Importance-Performance Map Analysis (IPMA). The measurement model showed high reliability and validity. Structural analysis revealed that gender is a primary determinant of self-management, with a large effect size (f2=0.503) and a strong negative path coefficient (β=−0.580, p<0.001). Notably, physical activity had a significant negative impact on quality of life (β=−0.285, p=0.024), suggesting that high-exertion activity may reduce perceived well-being in this high-risk group. IPMA identified gender as critical for immediate intervention due to its high importance but low performance. The findings underscore a significant disconnect between clinical adherence and subjective well-being. Effective hypertension management in the elderly requires tailored, gender-specific interventions and personalized physical activity programs prioritizing psychosocial support and functional independence over strict biomedical metrics.