This Author published in this journals
All Journal Jawahir Al-Ahadis
Alvi Iswatin Hasanah Kamal
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Madrasah Kufah dan Dinamika Sosio-Politik: Kajian Kritis atas Metodologi Periwayatan Hadis Abad I-II H Alvi Iswatin Hasanah Kamal; Nuni Nuraini; Yusuf As Sajid; Engkos Kosasih
Jawahir Al-Ahadis Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jawahir.v2i1.11138

Abstract

Penelitian ini membahas metodologi periwayatan hadis di Kufah, salah satu pusat penting dalam perkembangan keilmuan Islam pada abad pertama hingga kedua hijriah. Kota Kufah, yang awalnya didirikan sebagai kota garnisun, kemudian berkembang menjadi pusat ilmu dengan tradisi periwayatan hadis yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek sosio-politik dan intelektual yang memberi pengaruh pada perkembangan periwayatan hadis di Kufah, karakteristik metodologinya, serta keunggulan dan kelemahan yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang bersumber dari kitab-kitab klasik seperti kutubussittah, kitab jarḥ wa ta‘dīl serta artikel dan penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi periwayatan hadis di Kufah ditandai dengan sikap kritis terhadap sanad dan matan, keterbukaan terhadap penggunaan ra’y, serta pengaruh kuat dari dinamika politik dan aliran pemikiran di Kufah. Keunggulan tradisi ini terletak pada berkembangnya praktik kritik perawi (jarḥ wa ta‘dīl) dan verifikasi sanad secara lebih sistematis. Sedangkan tantangannya adalah munculnya riwayat-riwayat yang dipengaruhi oleh kontestasi politik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Kufah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan metodologi kritik hadis pada periode klasik dan memengaruhi perkembangan studi hadis pada masa-masa berikutnya