Pembelajaran berbasis simulasi transaksi tradisional terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa sekolah menengah atas pada materi bunga tunggal dan bunga majemuk. Pendekatan ini memungkinkan siswa membangun pemahaman konseptual yang bermakna, tidak hanya bergantung pada prosedur perhitungan, dengan mengaitkan pembelajaran matematika pada praktik ekonomi nyata dan konteks budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa melalui pembelajaran berbasis simulasi transaksi tradisional pada konsep bunga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa sekolah menengah atas sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konteks transaksi, mengidentifikasi unsur-unsur utama seperti modal, tingkat bunga, dan jangka waktu, serta menjelaskan alur perhitungan bunga menggunakan representasi matematis, simbolik, visual, dan verbal. Selain itu, pembelajaran ini mendorong berkembangnya keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti memberikan alasan, memilih strategi perhitungan yang tepat, dan mengevaluasi hasil perhitungan. Meskipun demikian, masih ditemukan miskonsepsi terkait perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk, terutama pada siswa yang pemahamannya masih bersifat prosedural. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis simulasi transaksi tradisional memperkuat literasi numerasi kontekstual siswa, menjembatani pemahaman prosedural dan konseptual, serta menegaskan relevansi matematika dalam kehidupan sosial dan budaya.