Penelitian ini membahas analisis performa sepeda motor matic dengan memvariasikan sudut kemiringan rumah roller, berat roller, dan jenis pegas (CVT). Sistem Continuously Variable Transmission (CVT) dipilih sebagai fokus kajian karena berperan penting dalam menentukan akselerasi, torsi, daya, serta kecepatan maksimum kendaraan. Variasi pada komponen CVT diyakini dapat memengaruhi karakteristik performa motor, baik dari segi responsivitas maupun efisiensi. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian pada sepeda motor Honda Beat FI 110 cc menggunakan alat Dyno Test di PT Indako Trading Medan. Parameter yang diuji meliputi kondisi drive belt, roller, pegas driven face, serta komponen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pemeriksaan aktual terhadap standar pabrikan, serta mengidentifikasi gejala kerusakan melalui metode troubleshooting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komponen CVT berpengaruh signifikan terhadap performa sepeda motor. Drive belt yang sudah melewati batas servis terbukti menurunkan akselerasi dan efisiensi transmisi. Pegas driven face yang melemah juga memengaruhi kestabilan tenaga pada putaran tinggi. Sementara itu, roller dengan kondisi mendekati batas keausan masih dapat digunakan namun berpotensi menurunkan performa jika tidak segera diganti. Analisis troubleshooting mengidentifikasi sepuluh gejala umum kerusakan CVT, seperti bunyi decit, tenaga lemah, getaran kopling, hingga bau karet terbakar, yang mayoritas disebabkan oleh ausnya komponen utama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan dan perawatan tepat pada kemiringan rumah roller, berat roller, serta jenis pegas mampu meningkatkan performa sepeda motor secara optimal. Selain itu, strategi preventive maintenance sangat penting untuk memperpanjang umur pakai CVT dan menjaga keandalan sistem transmisi otomatis.