Permasalahan sampah sungai perkotaan memerlukan pendekatan pengelolaan terpadu yang menghubungkan pengendalian pencemaran, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan kembali sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan Palembang BELAGAK (Bersama Lawan Sampah untuk Lingkungan dan Berkelanjutan) sebagai model kolaboratif pengelolaan lingkungan Sungai Musi berbasis ekonomi sirkular. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus pada program yang dikembangkan PT PLN Indonesia Power UP Keramasan di Kota Palembang. Analisis dilakukan melalui penelaahan dokumentasi program dan analisis deskriptif-tematik berdasarkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hasil analisis mengidentifikasi tiga komponen utama, yaitu MUSI TRAP sebagai mekanisme penangkapan sampah, Clean Up Sungai Musi sebagai kegiatan pembersihan lingkungan dan pelibatan masyarakat, serta BIOREN sebagai komponen pengolahan air limbah untuk mendukung pemanfaatan kembali sumber daya air. Integrasi tersebut membentuk kerangka pengelolaan yang menghubungkan intervensi teknis, kolaborasi multipihak, dan potensi penciptaan nilai. Namun, efektivitas pengurangan sampah, peningkatan kualitas air, dan manfaat ekonomi belum dapat dipastikan karena keterbatasan data pengukuran. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka integratif pengelolaan lingkungan sungai perkotaan berbasis ekonomi sirkular. Evaluasi empiris lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas, keberlanjutan, dan potensi replikasi model pada wilayah lain.