Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman siswa terhadap materi gerak dasar serta belum optimalnya hasil belajar akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media permainan ular tangga terhadap hasil belajar gerak dasar siswa sekolah dasar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media permainan ular tangga yang mengintegrasikan materi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam satu media pembelajaran, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen One-Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian terdiri atas 37 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 butir yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 58,5 pada pretest menjadi 86,6 pada posttest. Hasil uji hipotesis mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t(36) = -19.0, p < .001), dengan ukuran efek Cohen's d = 3,12 yang menunjukkan pengaruh sangat besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa media permainan ular tangga yang mengintegrasikan ketiga jenis gerak dasar secara efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, media tersebut berpotensi menjadi alternatif pembelajaran PJOK yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu kelompok di satu sekolah dengan desain pre-eksperimental, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen yang lebih kuat dan melibatkan sampel yang lebih luas untuk meningkatkan validitas eksternal temuan.