Audah Mannan
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Al-Barqy dalam Meningkatkan Membaca Al-Qur’an: Training Baca Tulis Qur’an Metode Al-Barqy di Yayasan Najdah Al-Islamiyah Alvin; Nur Risma Wulandari; Moch. Yahya Apriansyach; Audah Mannan
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/alkhidmah.31815

Abstract

Metode Al Barqy adalah salah satu cara cepat membaca Al-Qur’an yang dikembangkan oleh KH. Muhajir Sulthon, metode ini bertujuan untuk membantu umat muslim dalam menguasai bacaan Al-qur’an dengan lebih efektif dan efisien. Metode Al Barqy menggunakan pendekatan yang berbeda dengan metode pembelajaran tradisional, sehingga memungkinkan orang-orang yang ingin belajaar Al-Qur’an dapat dengan cepat menguasai ilmu tersebut. Pelatihan baca tulis qur’an (BTQ) dengan metode al barqy merupakan salah satu program kerja (POKJA) yang diselenggarakan oleh kantor urusan agama (KUA) Somba Opu atau lebih tepatnya program kerja dari penyuluh dengan upaya membina masyarakat khususnya majelis taklim binaan dalam memperbaiki dan memperlancar bacaan al-Qur’an dengan baik dan benar. Pelaksaan pelatihan baca tulis qur’an (BTQ) dengan menggunakan metode al barqy oleh kantor urusan agama (KUA) Somba Opu dilaksanakan dalam waktu enam bulan sekali, kemudian dilanjutkan setiap hari sebagai upaya follow up setelah mengikuti pelatihan, Pemateri dari pelatihan BTQ metode al barqy terdiri dari penghulu dan penyuluh yang telah dianggap mampu dalam membaca al-Qur’an. Materi yang disampaikan oleh anggota KUA Somba Opu dengan menggunakan tiga pendekatan sebagaimana pendekatan dalam metode al barqy yakni, pendekatan Bahasa, psikologi dan metodologi, Namun disamping pendekatannya yang menyenangkan, simple dan mudah, penerapan dari metode ini tidak lepas dari tantangan, menurut salah seorang penyuluh mindset merupakan hal yang susah diubah dari para peserta atau majlis taklim binaan, kadang mereka kembali ke cara yang lama atau kebiasaan yang lama.
Pelaksanaan Pelayanan Administrasi dan Pencatatan Pernikahan Melalui Simkah Di Kantor Urusan Agama (KUA) Lendah Yogyakarta Risnawati; Muh Irfan; Audah Mannan
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.422496

Abstract

Administrasi pencatatan pernikahan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Perkembangan teknologi informasi mendorong adanya digitalisasi dalam proses administrasi pernikahan, salah satunya melalui penggunaan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan administrasi dan pelayanan pencatatan pernikahan melalui SIMKAH di KUA Lendah serta menggambarkan proses pengelolaan dokumen dan pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan administrasi, input data pada SIMKAH, penyusunan berkas akta nikah, serta observasi dan dokumentasi pelaksanaan akad nikah. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan SIMKAH membantu proses pengelolaan data pernikahan secara lebih sistematis dan mendukung tertib administrasi. Selain pengelolaan data secara digital, penyusunan dan perapian dokumen fisik tetap menjadi bagian penting dalam administrasi pencatatan pernikahan. Observasi terhadap pelaksanaan akad nikah juga memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara proses administrasi dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi, pengelolaan dokumen, dan pelayanan secara langsung merupakan bagian yang saling mendukung dalam pelaksanaan pencatatan pernikahan di KUA Lendah.