Alfi Zahrotul Hamidah
Universitas Islam Annur Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Penguatan Karakter Anak Usia Dini melalui Pemilahan Sampah Organik dan Non Organik di PAUD SPS TP Sudirman Alfi Zahrotul Hamidah; Agus Sujarwo
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/al-khidmah.412006

Abstract

Masalah sampah tetap menjadi isu yang rumit di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya. Kebiasaan membuang sampah tanpa pemisahan tidak hanya menyebabkan pencemaran dan bau yang tidak sedap, tetapi juga menghilangkan potensi untuk mengolah sampah menjadi kompos atau produk daur ulang yang bermanfaat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang dimulai dari lingkungan pendidikan untuk menanamkan perilaku peduli lingkungan sejak usia dini. Anak-anak usia dini berada pada fase perkembangan yang sangat peka terhadap pembiasaan. Pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademik awal, tetapi juga sebagai dasar untuk pembentukan karakter. Melalui pembiasaan yang positif, anak akan lebih mudah menginternalisasi nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Edukasi tentang pemilahan sampah organik dan non-organik di PAUD SPS TP Sudirman merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dalam membangun karakter tersebut. Program ini dilaksanakan dalam kerangka pengabdian masyarakat dengan pendekatan penguatan pengetahuan dasar, pendampingan praktik pemilahan secara langsung, serta pemberdayaan guru dan orang tua untuk menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak usia dini dapat memahami konsep sederhana tentang sampah jika disampaikan dengan metode yang menyenangkan dan kontekstual (Lestari, 2025; Munawaroh, 2024; Nirwana, 2024). Dengan demikian, edukasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan.