Maria Helena Sri Rahayu
Prodi PPKn, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN KARANG TARUNA REMAND’S DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL DI DESA MANDAN, KABUPATEN SUKOHARJO Rika Amelia Putri; Maria Helena Sri Rahayu
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9723

Abstract

Karang Taruna is an organization that plays a role in increasing social awareness of youth at the village level. However, individualistic attitudes and changes in social dynamics pose challenges in optimizing the role of Karang Taruna Remand's. The purpose of this study is to describe the role of Karang Taruna Remand's in increasing social awareness, identify the constraints faced, and analyze solutions to optimize the role of Karang Taruna in increasing social awareness of youth in Mandan Village, Sukoharjo Regency in a sustainable manner. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. Data validity used is data triangulation and methods. Data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the role of Karang Taruna Remand's in increasing social awareness in Mandan Village includes: 1) having concern for the welfare of others through the implementation of various social activities, such as social service, mutual cooperation, distribution of takjil, tilikan, and annual village activities, 2) having a desire to establish close relationships reflected in interactions between youth and involvement in village activities, 3) following moral intuition seen from the internalization of social awareness values ​​in organizational activities, and 4) having a tendency to follow the behavior of others seen from the examples set by active administrators and members. The implementation of Karang Taruna Remand's activities faces constraints, namely internal organizational constraints, unequal youth participation, limited infrastructure, and lack of funding. Thus, solutions are needed to strengthen the internal capacity of the organization, strategies to increase youth participation by designing more innovative activities, optimizing supporting facilities and infrastructure, and strengthening synergy between Karang Taruna, the village government, and the community. This study concludes that Karang Taruna Remand's has the potential to be an effective means of increasing social awareness. ABSTRAK Karang taruna merupakan organisasi yang memiliki peranan dalam meningkatkan kepedulian sosial pemuda di tingkat desa.  Akan tetapi, sikap individualisme dan perubahan dinamika sosial menjadi tantangan dalam optimalisasi peranan Karang Taruna Remand’s. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan Karang Taruna Remand’s dalam meningkatkan kepedulian sosial, mengidentifikasi faktor kendala yang dihadapi, dan menganalisis solusi untuk mengoptimalkan peranan karang taruna dalam meningkatkan kepedulian sosial pemuda di Desa Mandan, Kabupaten Sukoharjo secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan metode. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Karang Taruna Remand’s dalam meningkatkan kepedulian sosial di Desa Mandan antara lain: 1) mempunyai kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain melalui pelaksanaan berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, gotong royong, pembagian takjil, tilikan, dan kegiatan tahunan desa, 2) memiliki keinginan untuk menjalin hubungan erat tercermin dari interaksi antar pemuda dan keterlibatan dalam kegiatan desa, 3) mengikuti intuisi moral terlihat dari internalisasi nilai kepedulian sosial dalam kegiatan organisasi, dan 4) memiliki kecenderungan mengikuti perilaku orang lain yang terlihat dari teladan oleh pengurus dan anggota yang aktif. Pelaksanaan kegiatan Karang Taruna Remand’s menghadapi faktor kendala yaitu kendala internal organisasi, partisipasi pemuda yang kurang merata, keterbatasan sarana prasarana, serta kurangnya pendanaan. Dengan demikian, diperlukan solusi untuk penguatan kapasitas internal organisasi, strategi peningkatan partisipasi pemuda dengan merancang kegiatan yang lebih inovatif, optimalisasi sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan sinergi antara karang taruna, pemerintah desa, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Karang Taruna Remand’s memiliki potensi menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kepedulian sosial.